RAJAWARTA : SMA Intensif Taruna Pembangunan (IPB) Jalan Dukuh Menanggal XII/4 Surabaya menggelar acara pertemuan walimurid sekaligus penyerahan siswa dari walimurid ke Sekolah. Acara tersebut digelar 13 Juli 2019 di Aula SMA ITP.

Berdasarkan pengamatan media ini tepat jam 8 WIB para calon murid dan walimurid yang mengantar terlihat antusias menghadiri acara awal tahun masuk sekolah.

Kepala sekolah Dra. Erien Ismurdyahwita M Pd banyak memberikan saran dan masukan agar pada saat masuk sekolah nantinya para anak didik mengikuti ketentuan sekolah.

“Bapak ibu kami harapkan mengawasi dan menjaga kesehatan anak-anak diri agar anak didik bisa belajar dengan baik ” pinta Erien di depan harapan ratusan kepala sekolah.

Wanita berjilbab itu mempersilahkan bertanya jika ada diantara walimurid yang kurang mengerti yang terkait dengan sekolah ITP. “Bapak-Bapak atau Ibu-ibu nanti silahkan bertanya di sesi tanya jawab,” pintanya.

Hari pribawanto waka Kurikulum ITP juga meberikan beberapa penjelasan kepada ratusan walimurid. Beberapa informasi penting juga disampaikan guru matematika.

Beberapa Informasi yang yang disampaikan Hari diantaranya adalah terkait dengan SPP. “Untuk SPP Pp 400rb tidak akan naik selama tiga tahun,” katanya

Dalam belajar mengajar, menurut Hari, di ruang kelas masing-masing ada CCTV. Dan, CCTV itu akan mengawasi siswa siswi dan guru selama proses belajar. “CCTV itu mengawasi siswa dan guru di ruang kelas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk guru di sekolah ITP jumlahnya ada 32 guru. Dari jumlah tersebut, 21 guru mengajar kelas 10. “Sisanya mengajar di kelas 11 dan 12,” jelasnya.

Dia menambahkan untuk peminatan (jurusan) walimurid tidak boleh memaksa anak didik memilih peminatan. “Jadi nanti didiskusikan dengan anaknya, milik MIPA atau IPS. Intinya untuk peminatan itu disesuaikan dengan kemampuan anak didik,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email