RAJAWARTA : Kurang lebih 6 Bulan Lalu, Pemkot Surabaya menutup Jalan Yos Sudarso. Ini karena Pemkot Surabaya melalui Dinas Cipta Karya memulai pembangunan Alun-Alun Surabaya.

Diprediksi, penutupan Jalan Yos Sudarso akan berdampak pada bisnis di Kawasan Jalan tersebut, diantaranya, Zangrandi, Hotel Ganden Palace, dll.

Sadar atas dampak terhadap tempat-tempat usaha tersebut, Pemkot Surabaya pun berkoordinasi dengan para pelaku usaha yang terdampak. Dalam koordinasi tersebut, Pemkot menjamin bahwa akses masuk menuju ke Yos Sudarso tetap ada (pengalihan arus lalin).

Setelah beberapa bulan Jalan Yos Sudarso ditutup. Lalu, sejauh mana dampaknya pada pelaku usaha? Untuk hal tersebut, rajawarta menemui salah satu tempat usaha di Jalan Yos Sudarso, yakni Zangrandi.

Hanifah Siswanti, Public Relation Officer tidak membantah jika penutupan Jalan Yos Sudarso sejak beberapa bulan lalu sangat berdampak ke tempat usahanya.

“Kalau dilihat dari penutupan dampaknya memang berkurang. Namun setelah melakukan promosi melalui medsos dan kerjasama dengan berbagai pihak Zangrandi mulai ramai seperti biasa,” jelasnya kepada rajawarta (11/12/2019).

Disinggung berapa persen penurunan customer Zangrandi selama penutupan. Hanifah memperkirakan penurunan costumer Zangrandi bisa mencapai 50 persen. “50 persen, tapi nggak sih, nggak signifikan banget. Kayak hari-hari biasa saja,” tukasnya.

Dia menjelaskan, sebelum penutupan pengunjung Zangrandi kalau weekend selalu penuh bahkan antri-antri. Tapi sekarang (jalan dititup) pengunjung tetap full tapi tidak sampai antri.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan klik video di bawah ini :