Sejumlah Pembangunan Tertunda, Cahyo: Sebaiknya Pemkot Surabaya Menjelaskan ke Warga

SURABAYA ; Sejumlah warga di beberapa kampung di Kota Surabaya mengeluhkan belum terealisasinya usulan pembangunan infrastruktur dasar, seperti pengerjaan jalan paving hingga pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Padahal, usulan-usulan tersebut mayoritas telah disampaikan melalui aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Menanggapi resah yang dirasakan masyarakat, anggota DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, meminta warga untuk tetap menunggu hingga penghujung tahun atau kuartal akhir pelaksanaan anggaran. Ia menjelaskan, pengerjaan fisik di lapangan sempat tertahan akibat beberapa kendala teknis dan penyesuaian regulasi.

“Sebenarnya kita tunggu saja pada kuartal terakhir ini. Memang ada perubahan pada proses pengadaan, serta di awal tahun ada penyesuaian SSH (Standar Satuan Harga) karena kenaikan harga bahan baku. Sehingga butuh waktu untuk menyesuaikan kembali proses pengadaannya,” ujar Cahyo politisi PKS.

Ia optimistis usulan masyarakat yang telah masuk dalam perencanaan tahun berjalan akan terealisasi sebelum pergantian tahun.

Namun, menanggapi laporan adanya usulan warga yang mandek hingga 1 sampai 2 tahun tanpa kepastian, Cahyo menegaskan perlunya dilakukan pengecekan ulang (cross-check) ke dinas terkait. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan pengajuan tak kunjung direalisasikan, mulai dari skema perencanaan multi-tahun, kendala teknis di lapangan, hingga skala prioritas.

“Kalau lewat dari satu atau dua tahun, itu perlu dicek ke dinasnya. Apakah ada kebijakan lain atau memang perencanaan baru dilaksanakan di tahun tertentu. Jika terkait PJU bisa dicek ke Dinas Perhubungan (Dishub), sedangkan pavingisasi bisa dikonfirmasi ke Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM),” terangnya.

Cahyo menambahkan bahwa DPRD memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah kota. Jika timbul ketidakjelasan terkait status pengajuan pembangunan di wilayah masing-masing, warga diimbau untuk aktif berkomunikasi dengan anggota dewan.

Di akhir keterangannya, Cahyo mendorong Pemkot Surabaya untuk lebih proaktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait alur serta status pengajuan pembangunan kampung.

“Saran saya kepada Pemerintah Kota, sebaiknya memberikan penjelasan dan sosialisasi secara terbuka kepada warga. Sampaikan alasan kenapa suatu proyek belum atau sudah berjalan, agar masyarakat memahami situasinya dan tidak timbul keresahan,” pungkasnya.