inews

RAJAWARTA : Panasnya tensi politik pasca Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDIP Kota Surabaya ternyata tidak berlangsung lama. Pasalnya, jika sebelumnya, 31 PAC sepakat akan menyampaikan protes ke DPP karena menunjuk Adi Sutarwiyono or Awi menggantikan Wisnu Sakti Bhuana. Ternyata hari ini (8/7/2019) ada beberapa PAC yang menyatakan siap patuh kepada keputusan DPP.

Sumardiyono ketua PAC Tenggilis Mejoyo dengan terang-terangan mengatakan dirinya patuh kepada keputusan DPP PDIP. “Setelah melakukan evaluasi, perenungan. Kami menyimpulkan PAC Tenggilis Mejoyo patuh kepada keputusan DPP,” ujar Sumardiyono kepada pewarta (8/7/2019).

Silakan simak video menarik berikut ini: Keluarga Pasien akan Menggugat Rumah Sakit RKZ Surabaya

Dia perpandangan bahwa keputusan DPP PDIP tidak mungkin bisa dirubah lagi. “Menurut hemat kami, keputusan tentang ketua, sekretaris dan bendahara DPC PDIP Surabaya sudah final,” tukasnya.

Silahkan Simak Video : LKPJ Walikota Dikoreksi Legislator Surabaya

Sikap senada juga disampaikan PAC Kecamatan Rungkut, Andhy Puryanto. Andhy menganggap keputusan DPP berazaskan regenerasi. “Kami patuh pada DPP. Kami yakin penetapan kepemimpinan baru di DPC, salah satunya dilandasi semangat regenerasi,” tegas Andhy.

Begitu juga dengan PAC Gunung Anyar yang juga sepakat dengan pernyataan PAC Rungkut. Bahwa penetapan ketua DPC ada semangat regenerasi.

“Ini sudah sesuai dengan arahan Mas Wisnu, kemarin sebelum konfercab ditutup. Kami yakin keputusan DPP sudah final. Dan, kami patuh,” ujar Kartiko ketua PAC Gunung Anyar.

Seperti yang telah tersiar sebelum, Konfercab DPC PDIP Surabaya yang digelar di Empire Hotel di Jalan Embong Malang menetapkan Adi Sutarwiyono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya, Sekretarisnya Baktiono dan Bendahara dipercayakan kepada Taru Sasmito.

Karena tidak puas atas keputusan DPP PDIP, 31 PAC melakukan protes kepada DPP bahkan sampai terjadi kericuhan. Karena diwarnai kericuhan akhirnya sidang diskors sampai waktu yang tidak ditentukan (sbr/SS)