RADJAWARTA : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mulai merealisasikan salah satu programnya, yakni one Pesantren one Product. Untuk hal itu, Pemprop Jawa Timur menggandeng Universitas Nahdlotul Ulama Surabaya (Unusa).

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kerjasama itu ditandai dengan tandatangan bersama dalam nota kesepahaman (MoU) antara Pemprop Jatim Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dengan Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie di Kampus Unusa. (18/4).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Kami bangun satu kekuatan, one pesantren one product. Pada saat pesantren mengonsentrasikan diri pada satu produk atau jenis komoditas, maka ini yang kami legitimasi,” ujar Emil.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Dalam kerjasama ini jelas Emil, peran Unusa adalah memetakan pesantren-pesantren di Jawa Timur serta melakukan riset produk komunal dari pesantren. “Unusa salah satu lembaga tinggi akan memainkan peran sentral memetakan ini,” ucapnya.

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengatakan kekuatam wirausaha di ponpes sangatlah luar biasa. Program tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk dari pesantren modern.

“Guna membantu menciptakan produk wirausaha pesantren yang modern, ponpes perlu pendampingan institusi. Para santri selaku entrepreneur perlu pembinaan konsep dan akses pemasaran, teknis pengemasan, strategi harga hingga laporan keuangan,” ucapnya. (sbr/ant)