RAJAWARTA ; Titik semburan yang mengeluarga minyak, air, dan gas di Perumahan Kutisari Indah Utara III beberapa waktu langsung ditangani Pemkot Surabaya. Bersama tim geologi, di titik pusat semburan sekarang dipasangi separator.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Separator ini adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan air, minyak dan gas. Di pusat semburan ditanami pipa yang berfungsi untuk mengalirkan semburan.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Masing-masing nanti jenis massanya kan berbeda. Air di bawah, gas di tengah dan minyak di atas. Nanti akan keluar secara terpisah,” ungkap Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Jawa Timur Handoko Teguh Wibowo, Kamis (10/10).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Menurutnya, Air yang keluar nanti akan difilter kembali dan langsung bisa dialirkan ke selokan. “Dalam kondisi tersebut, airnya sudah menjadi air biasa. Sudah tidak ada lagi campurannya,” lanjut Handoko.

Sedangkan minyaknya juga akan keluar terpisah. Minyak ini lantas bisa ditampung, sementara itu gasnya bisa untuk dibakar. “Gasnya kita release ke atas, bisa ditampung untuk dibakar atau bikin kompor, nggak masalah,” paparnya.

Handoko menyatakan separator adalah alat semipermanen. Ia tidak tahu sampai kapan alat itu akan terus dipasang. Namun ia menyatakan jika semburan belum berhenti, separator akan terus dipasang di titik pusat semburan.

Dalam pemasangan separator, dikatakannya, tidak membutuhkan alat-alat khusus. Pihaknya hanya perlu menyedot genangan yang ada di sekitar pusat semburan. Hal ini untuk mengetahui diameter pengaruh titik semburan.

Setelah itu pihaknya melakukan penggalian atau pemompaan. “Berapa kedalaman penggalian, itu tergantung pada diameter pengaruh di titik pusat semburan,” jelasnya. (Jee/si)