RAJAWARTA : Kabar duka datang dari kampus Unair tepatnya di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Prof. Dr. Budi Prasetyo, Drs. M.Si yang saat ini menduduki jabatan Wakil Dekan (Wadek) FISIP serta Guru Besar Bidang politik meninggal dunia.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Untuk menghormati kepergiannya, seluruh sivitas akademika Unair menggelar upacara pelepasan dan penghormatan terakhir atas dedikasi dan jasa Prof.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si Dekan FISIP Unair, menyampaikan duka mendalam atas kepergian rekan kerjanya yang mendampinginya selama bertahun-tahun memimpin FISIP Unair.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Prof. Budi bagi kami selama di dekanat empat tahun terakhir adalah orang yang sangat akrab. Satu hal yang saya rasakan adalah beliau seorang yang sangat kreatif dan selama ini telah membantu fakultas dalam memecahkan beberapa hal yang sangat sulit,” ungkap Falih.

“Satu kenangan atau karya yang luar biasa adalah bagaimana beliau mendorong atau menyemangati kami untuk tuntaskan 13 prodi di FISIP untuk go intenational, terakreditasi internasional. Semoga ini menjadi kenangan yang sangat indah,” tambahnya.

Tidak ketinggalan pula, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA Rektor Unair, yang juga hadir dalam upacara penghormatan terakhir turut berduka atas kepergian sosok Prof. Budi. Prof.

Bahkan Nasih berkisah, Senin sore (24/6/2019), ia masih sempat bertemu dan berdiskusi bersama Prof. Budi unuk membahas beberapa program dan kegiatan akademik fakultas.

“Kami atas nama Unair merasa sangat berduka, sangat kehilangan atas kepergian Prof. Budi yang tidak pernah disangka sebelumnya. Prof. Budi adalah seseorang yang baik, dosen yang baik, kita semua menjadi saksi bahwa Prof. Budi adalah Ksatria Airlangga, kusuma negara yang telah mengabdikan hampir separuh usianya bagi bangsa ini, khususnya bagi dunia pendidikan,” ujar Prof. Nasih.

Setelah gelaran doa bersama, jenazah diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir di kompleks Pemakaman Islam Ketintang Barat Surabaya pada Selasa sore (25/6/2019). Prof Budi meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. (sbr/SSby)