rancah

RADJAWARTA : Prabowo Subianto yang menggandeng Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019 lebih percaya pada hasil real count tim Pemenangan Prabowo-Sandi. Prabowo mengabaikan hasil quick count yang sudah beredar di kalangan masyarakat.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Oleh karena itu, Prabowo-Sandi mendeklarasikan kemenenagan di Pilpres 2019 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Menurut Prabowo kemenangan Prabowo-Sandi berada pada angka keterpilihan 62% lebih.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Pada hari ini saya Prabowo Subianto, bahwa saya, bersama Sandiaga Salahudin Uno, mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia 2019-2024, berdasarkan perhitungan (kemenangan) lebih dari 62 persen,” ujar Prabowo di markas kemenangan Prabowo-Sandiaga di Kertangera IV, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Kamis (18/4).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Dalam deklarasi ini Prabowo didampingi Sandiaga Uno. Selain Sandiaga tampak hadir para tokoh nasional, seperti Amin Rais, dan Rachmawati Soekarniputri, beserta para pemimpin partai-partai koalisi Adil dan Makmur.

Deklarasi kemenangan ini menurut Prabowo bukan tanpa alas an yang kuat. Deklarasi ini lanjut Prabowo berdasarkan hasil dari rekapitulasi formulir C-1 yang menjadi hasil penghitungan di tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia.

“Deklarasi ini kami umumkan lebih cepat, karena kami punya bukti-bukti ragam kecurangan yang terjadi di desa-desa, dan kecamatan-kecamatan, kelurahan-kelurahan, di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo juga meminta relawan, dan pendukungnya serta partai koalisi partai mensyukuri kemenangan pasti pasangan nomor urut 02 tersebut.

“Kami yakin hanya karena hidayah dan barokah-Nya, perjuangan panjang kita semua untuk memenangkan perjuangan politik telah berhasil,” pungkas Prabowo. (sbr/rpblk)