“Pilih Kasih” Renovasi di Gedung DPRD Yos Sudarso: Sikap Sekwan Jadi Sorotan

Surabaya — Polemik renovasi ruang rapat komisi di Gedung DPRD Yos Sudarso terus bergulir dan kini menyeret Sekretariat Dewan ke pusaran kritik. Sejumlah anggota dewan secara terbuka mempertanyakan keputusan dan pola kerja yang dinilai tidak adil, bahkan mengarah pada dugaan sikap diskriminatif dari Sekretaris Dewan (Sekwan) di bawah kepemimpinan Musdiq Ali Suhudi.

Di balik renovasi yang semestinya memperbaiki sarana kerja legislatif, justru muncul kegaduhan baru. Suara-suara sumbang terdengar dari berbagai sudut gedung dewan. Nada ketidakpuasan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan penelusuran lapangan, sejak awal periode 2024–2029 sejumlah anggota telah mengajukan pembaruan ruang kerja dan ruang rapat komisi. Namun, realisasi di lapangan jauh dari ekspektasi.

Keluhan yang dihimpun wartawan menunjukkan bahwa masalah bukan terletak pada mutu peralatan, melainkan ketepatan waktu pengerjaan. Ada anggota yang sudah mengajukan renovasi lebih awal tetapi justru “disalip” oleh pengajuan lain. Alur pengerjaan yang tidak berurutan itu memicu dugaan bahwa ada perlakuan pilih kasih.

Beberapa anggota dewan bahkan mengaku berkali-kali menanyakan jadwal renovasi. Jawaban yang diterima tak kalah membuat dahi berkerut: “besok”, “lusa”, “bulan depan”—selalu berubah, tanpa kepastian yang jelas. Setelah molor berbulan-bulan, renovasi ruang kerja anggota dewan akhirnya rampung. Namun selesainya tahap itu tidak serta-merta meredam keresahan.

Sumber internal menyebut, renovasi ruang rapat komisi justru menjadi babak baru persoalan. Hingga kini, ada satu komisi yang pengajuan renovasinya belum juga tersentuh, padahal permohonannya masuk lebih awal dibanding komisi lain yang kini sedang dikerjakan. Ketimpangan prioritas tersebut kembali menyulut kekecewaan.

“Saya sampai malu menanyakan soal renovasi ruang rapat komisi. Sekarang terserah mereka (Sekwan). Digarap ya syukur, tidak pun ya sudahlah,” ujar seorang anggota dewan, merangkum rasa frustrasi yang beredar di kalangan legislator.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekwan belum memberikan penjelasan resmi terkait tudingan diskriminatif maupun keterlambatan pengerjaan renovasi. Sementara itu, kegelisahan para anggota dewan yang merasa diperlakukan tidak adil masih menggantung di lorong-lorong Gedung DPRD Yos Sudarso.