RAJAWARTA : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya merayakan Hari Jadinya ke 43, Minggu (24/11/2019). Tepat di Hari Jadinya itu, PDAM Surya Sembada memastikan diri untuk menerapkan ISO 37001 yang merupakan sistem manajemen anti suap.

Bahkan, sertifikat ISO 37001 itu diserahkan oleh Dirut PDAM Mujiaman Sukirno kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang ikut hadir pada perayaan Hari Jadi PDAM Surya Sembada itu. Kala itu, Wali Kota Risma juga mengajak semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya untuk hadir mengikuti acara.

Silakan simak video menarik berikut ini: Keluarga Pasien akan Menggugat Rumah Sakit RKZ Surabaya

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengucapkan selamat Hari Jadi bagi PDAM Surya Sembada ke 43. Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran PDAM, mulai dari Direksi dan semua karyawan dan karyawati PDAM Surya Sembada. Sebab, saat ini PDAM Surya Sembada menjadi satu-satunya PDAM di Indonesia yang memberikan kontribusi kepada daerah dan bahkan tidak membebani APBN.

Silahkan Simak Video : LKPJ Walikota Dikoreksi Legislator Surabaya

“Jadi, kalau PDAM yang lainnya itu masih hutang dan yang bayar dari negara, tapi Alhamdulillah kita PDAM Surabaya bisa membayar sendiri. Betapa luar biasanya kita ini. Saat semuanya dibayari, tapi PDAM Surya Sembada bayar sendiri, tapi saya kan bisa bangga,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Oleh karena itu, ia juga menyampaikan kepada jajaran PDAM dan meminta tolong kepada mereka untuk selalu mempertahankan performance yang bagus itu. Bahkan, kalau bisa dia sangat berharap untuk terus meningkatkannya. Sebab, tantangan ke depannya sangat luar biasa, apalagi nanti pada tahun 2020 Indonesia akan memasuki era perdagangan bebas, dimana seluruh negara bisa masuk ke Indonesia. “Kalau kita tidak hati-hati, maka kita akan kalah. Mari kita tingkatkan terus supaya kita kuat dan supaya kita lebih sejahtera,” ujarnya.

Namun begitu, ia meminta jajaran PDAM untuk tidak khawatir. Sebab, walaupun berkulit hitam, hidung pesek, dan pendek, tapi belum tentu kemampuannya kalah dengan orang-orang yang hidungnya mancung dan badannya tinggi. “Saya yakin kalau kita tulus ikhlas dan jujur dalam bekerja, dan kita tidak memikirkan kepentingan pribadi, yakinlah pasti Tuhan akan menolong kita, dimana pun kita berada dan dalam posisi apapun kita sekarang,” tegasnya.

Saat itu, Wali Kota Risma juga mengajak kepada semua jajaran PDAM Surya Sembada untuk bersama-sama membuktikan bahwa meskipun dengan usaha sendiri, tapi masih bisa mengalahkan daerah lain, terutama pelayanannya lebih baik. “Sekali lagi terimakasih. Ayo terus berjuang, tidak ada kata menyerah, dan tidak boleh ada kata putus asa. Baik di dalam pekerjaan maupun dalam keluarga. Tidak boleh ada iri dan dengki karena itu akan mengganggu kemajuuan kita. Ayo kita maju, kita tulus ikhlas bahwa apa yang kita lakukan ini ibadah demi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Mujiaman Sukirno menjelaskan dengan adanya ISO 37001 itu, maka proses awal hingga akhir pelayanan di PDAM tidak ada korupsi. Ia mencontohkan pelayanan pasang meter yang dilayani oleh PDAM. Dalam prosesnya, harus melalui tahap-tahap, seperti disurvie, dihitung, dibayar, dilelang dan dilaksanakan. Nah, masing-masing proses itu tentu ada potensi korupsinya, sehingga PDAM menyiapkan sistem dan infrastrukturnya untuk menjamin tidak ada korupsi.

“Kita analisa, kita petakan prosesnya, resikonya, dan kita siapkan metodenya untuk memastikan bahwa potensi korupsi itu tidak ada. Jadi, kami menjamin dari awal prosesnya hingga akhir, tidak ada korupsi. Dengan adanya ISO ini, karyawan PDAM juga terbebas dari rasa takut. Apalagi kita sudah diaudit lembaga internasional, sehingga terjamin tidak ada korupsi,” tegasnya.

Mujiaman juga menjamin performace PDAM Surya Sembada ke depannya akan terus membaik sesuai dengan harapan Wali Kota Risma. Apalagi, pertumbuhan usaha PDAM beberapa tahun terakhir ini terus meningkat. “Sebelum-sebelumnya, kita hanya tumbuh 2 persen per tahun, tapi pertumbuhan usaha PDAM sejak tahun 2018, kita tumbuh sampai mencapai 17 persen, itu 9 kali lipatnya dari kemampuan kita sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, sambungan meter juga terus dimaksimalkan. Jika sebelum-sebelumnya hanya mampu menyambungkan 8 ribu meter, maka tahun ini dibuktikan mampu menyambungkan hampir 15 ribu meter. “Itu sudah 2 kali lipatnya dari kemampuan kita sebelum-sebelumnya, jadi ada peningkatan,” kata dia.

Oleh karena itu, Mujiaman yakin performance PDAM akan terus membaik ke depannya, apalagi terus didukung oleh sistem yang semakin baik, termasuk banyaknya ISO yang dibikinnya, seperti ISO tentang produksi, ISO tentang pelayanan, ISO tentang keselamatan, ISO tentang IT dan sebagainya. Alhasil, dengan sistem dan pelayanan itu, PDAM Surya Sembada Surabaya memastikan diri bahwa pelayanannya sudah bertaraf internasional. “Makanya, kami yakin PDAM akan terus tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (*)