RAJAWARTA: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi di Gedung Wanita, Senin malam (21/07), sebagai bagian dari persiapan menyambut peringatan peristiwa Kudatuli (27 Juli) 1996. Rapat tersebut dihadiri jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting dari seluruh kelurahan di Surabaya.
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Bataragoa, menyampaikan bahwa peringatan Kudatuli tahun ini akan dilaksanakan secara serentak di 155 titik, yakni di seluruh Ranting PDIP yang tersebar di tiap kelurahan, ditambah satu titik utama di kantor DPC.
“Acara akan dilakukan secara sederhana namun penuh makna, dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol penghormatan kepada perjuangan para kader senior partai,” ujar Yordan.
Ia menegaskan bahwa peringatan Kudatuli 1996 bukan hanya seremoni belaka, melainkan juga menjadi momentum konsolidasi internal partai hingga akar rumput. Menurutnya, konsolidasi ini penting untuk memastikan keterlibatan aktif seluruh kader dalam kerja-kerja kerakyatan partai.
“Kita ingin kader tidak hanya hadir secara administratif di struktur, tapi betul-betul aktif dan terlibat. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat barisan dan kesolidan partai di lapangan,” tegas Yordan.
Peristiwa Kudatuli 1996, yang menjadi salah satu tonggak perjuangan PDI Perjuangan dalam melawan rezim Orde Baru, menurut Yordan, harus terus dikenang dan dijadikan inspirasi bagi generasi kader saat ini.
“Para senior kita dulu rela berdarah-darah melawan tekanan politik demi tegaknya demokrasi dan marwah partai yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Jangan sampai kita melupakan sejarah itu,” imbuh anggota DPRD Jawa Timur tersebut.
Yordan juga menekankan bahwa peringatan Kudatuli tahun ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri di internal partai.
“Kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah sudah benar-benar menangis bersama rakyat seperti yang diajarkan Ibu Ketua Umum? Sudahkah kita memperjuangkan kesejahteraan rakyat seperti tujuan awal partai ini dibentuk?” tuturnya.
Ia berharap, melalui peringatan ini, semangat perjuangan dan pengabdian kepada rakyat bisa terus dijaga dan ditumbuhkan di setiap lini kader PDI Perjuangan.
“Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang, tapi juga untuk meneguhkan kembali komitmen kita sebagai pelayan rakyat. Jika kader sungguh-sungguh menjalankan tugasnya, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Yordan.













