RADJAWARTA : Sebanyak 200 Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF) mendatangi Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso. Tujuannya adalah untuk menghadiri Sosialisai Akreditasi PAUD dan PNF dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (23/4).

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut agar setiap lembaga pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten dengan tagline Europe Van Bondowoso.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Akreditasi ini sangat penting sifatnya, karena berkaitan dengan mutu pendidikan. Serta, lembaga PAUD dan PNF yang sudah terakreditasi adalah bentuk pengakuan dari Negara terhadap suatu lembaga,” ucapnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Bahkan, untuk mendorong setiap lembaga PAUD dan PNF yang belum terakreditasi ini, menurut Wabup Irwan, pihaknya akan memberikan reward kepada setiap lembaga pendidikan non formal ini yang telah diakui kredibilitasnya.

“Kami akan berikan reward kepada lembaga yang sudah terakreditasi,” ungkapnya.

Sementara, menurut Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Bondowoso, Harimas menyampaikan, agar terakreditasi, lembaga PAUD dan PNF harus memenuhi delapan kriteria yang menjadi syarat utama mendapatkan akreditasi dari BAN.

“Salah satu syarat lembaga bisa mendapatkan akreditasi yaitu jumlah murid yang minimal 12 orang. Sedangkan untuk gurunya, harus memenuhi kompetensi,” pungkas Kepala Dinas Dikbud Bondowoso yang juga pernah menjabat Sekretaris Dewan ini.(hms/bon/wso)