RADJAWARTA : Kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan Pelabuhan di Kabupaten Sumenep tidak main-main. Hal itu terlihat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019, dimana Pemprov Jatim menyediakan Anggaran sebesar Rp 60 M untuk pengembangan Pelabuhan Dungkek dan pelabuhan Gili Iyang Kecamatan Dungkek.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Bantuan pengembangan Pelabuhan sebesar Rp 60 M tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (KIP) kepada Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si di Pelabuhan Dungkek, Sabtu (11/05/2019).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Dengan diserahkannya bantuan dana pembangunan tersebut, KIP meminta pemerintah daerah segera melaksanakan pembangunan dua Pelabuhan itu. Dengan harapan, masyarakat segera bisa menikmati dan merasakan program pengembangan Pelabuhan di Kecamatan Dungkek.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Ungkap KIP dana bantuan pembangunan dua pelabuhan tersebut seharusnya dana bantuan itu diserahkan sebelum Maret.

“Namun, kami harus menunda penyerahannya hingga bulan ini, sesuai dengan surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bantuan keuangan yang berhubungan dengan hibah dan bantuan sosial dilaksanakan setelah Pemilu,” tegas KIIP  di sela-sela Peletakan Batu Pertama di Pelabuhan Dungkek.

Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan dana hingga mencapai Rp60 miliar, karena di Pulau Gili Iyang merupakan salah satu daerah di Jatim bahkan di Indonesia yang memiliki keistimewaan yang luar biasa.

“Kekayaan yang luar biasa di Indonesia sebenarnya ada di Pulau Gili Iyang, karena pulau itu memiliki kandungan oksigen terbaik di Indonesia, bahkan kandungan oksigen di pulau itu tertinggi ke 2 di dunia setelah Yordania,” imbuhnya. (sbr/hms/yas)