RAJAWARTA : Pemerintah Kota Surabaya (PEMKOS) memastikan bakal terus menjalankan disiplin protokol kesehatan di berbagai sektor bidang. Meski Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Kota Surabaya telah berstatus zona oranye atau risiko sedang terhadap Covid-19.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, bahwa terkait pelabelan zonasi warna terhadap Covid-19 pada suatu daerah itu menjadi kewenangan dari BNPB Pusat. Namun, apapun kondisi Surabaya, pihaknya memastikan bakal terus menjalankan disiplin protokol kesehatan di berbagai sektor.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Terkait itu (pelabelan) kan kewenangan dari BNPB pusat. Tapi yang jelas kita patut bersyukur bahwa Surabaya menjadi lebih baik sekarang terkait penanganan pandemi Covid-19 dan penularan sudah mulai terkendali,” kata Febriadhitya di kantornya, Rabu (12/08/2020).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Karenanya, pihaknya menyatakan, bahwa apapun label yang disematkan ke Kota Surabaya, pemerintah kota tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan tanpa sedikit melonggarkan. “Bukan berarti dengan adanya perubahan status tersebut membuat Pemkot Surabaya melonggarkan, tidak,” tegas dia.

Buktinya apa? Febriadhitya mencontohkan, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar di Surabaya Raya berakhir, Pemkot Surabaya malah makin masif melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun sendiri melakukan sosialisasi masker ke kampung-kampung. Alhasil, penularan kasus Covid-19 di Surabaya bisa terkendali dan angka kesembuhan terus bertambah.

“Alhamdulillah, dengan dilakukan penerapan sanksi kemudian pendisiplinan protokol kesehatan baik di perusahaan, mal, pasar, maupun penambahan swab di tempat-tempat yang banyak kerumunan menghasilkan bahwa Surabaya bisa terkendali seperti sekarang,” ungkap dia.

Meski demikian, Febriadhitya mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bahwa hampir 90 persen pasien Covid-19 memiliki penyakit penyerta. Baik itu diabetes melitus, hipertensi, jantung maupun paru-paru.

“Memang dari data Dinkes Surabaya hampir 90 persen yang terjangkit dari Covid-19 ini yang memiliki penyakit dahulu. Jadi dia itu sudah sakit duluan entah itu diabetes, atau hipertensi. Sehingga orang tersebut rentan tertular,” papar dia.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Mulai disiplin cuci tangan menggunakan sabun, pakai masker dan jaga jarak.

“Makanya itu protokol kesehatan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak itu penting. Karena sudah banyak rekan-rekan kita yang kurang beruntung dengan pandemi ini,” pungkas dia.

Untuk diketahui, dalam peta zonasi risiko pada laman website covid-19.go.id milik BNPB Pusat, saat ini Kota Surabaya telah berwarna oranye yang berarti risiko sedang terhadap kasus Covid-19. (*)