METRO  

Pemkos Dapat Bantuan 13 ton Beras dari Jamsostek

RAJAWARTA ; Pemerintah Kota Surabaya (Pemkos) menerima bantuan berupa 12 ton beras dari BP Jamsostek Surabaya. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Balai Kota Surabaya, Selasa (28/7/2020).

Bantuan yang berasal dari beberapa kantor cabang yang ada di Surabaya tersebut, selanjutnya didistribusikan kepada serikat pekerja di Kota Pahlawan yang terdampak pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan itupun langsung diserahkan kepada Serikat Pekerja Nasional (SPN) untuk selanjutnya disalurkan kepada pekerja yang terdampak.

“Untuk yang beras saya juga tidak berani membagi karena BPJS ini kan dapat iuran dari tenaga kerja jadi saya kembalikan ke teman-teman asosiasi tenaga kerja,” kata Wali Kota Risma di sela acara.

Di kesempatan yang sama, BP Jamsostek juga memberikan uang santunan jaminan kecelakaan kerja kepada ahli waris almarhum tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr Soewandhie yang tutup usia beberapa lalu. Mereka adalah almarhum Berkatnu Indrawan Janguk dan almarhumah Suhartatik, masing-masing senilai Rp 230.080.000.

“Matur nuwun bapak ibu dari BP Jamsostek. Sebetulnya ini rutin, selalu BP Jamsostek mengganti sesuai dengan asuransi yang ada diperjanjian. Ini sudah kesekian kalinya. Kebetulan kali ini untuk tenaga medis yang terkena dampak dari Covid-19,” ujar Wali Kota Risma.

Suasana seketika berubah haru saat Wali Kota Risma memberikan uang santunan dan beasiswa  secara simbolis kepada anak dari Suhartatik yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Sebab, beberapa waktu yang lalu, ia sempat khawatir dengan pendidikan anak almarhum.

“Alhamdulillah, akhirnya BP Jamsostek memberikan beasiswa, terima kasih sekali. Saya sempat takut kemarin kalau uangnya habis lalu anaknya gagal sekolah. Ternyata tidak,” tuturnya.

Wali Kota Risma pun meminta kepada anak tersebut agar terus semangat sekolah dan menggapai cita-citanya. “Kamu belajar yang pinter ya, harus buat bangga mama mu di Surga. Siap ya,” kata Wali Kota Risma sembari menatap lekat mata anak almarhumah Suhartatik.

Sementara itu, Kepala Cabang BP Jamsostek Surabaya Karimun Jawa, Muhyidin mengatakan , penyaluran bantuan beras 12 ton kepada Pemkot Surabaya itu sebagai bentuk kepedulian kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

“Kami menyerahkan bersama dengan seluruh Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang se-Surabaya. Mulai cabang Rungkut, cabang Darmo dan cabang Tanjung Perak. Masing-masing kepala cabang menyerahkan sebanyak tiga ton sehingga totalnya 12 ton,” kata Muhyidin.

Menurut Muhyidin, upaya ini adalah bentuk nyata dan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja yang terdaftar di BP Jamsostek. “Bahwa negara benar-benar hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Timur, Nuriyanto menjelaskan, bantuan ini nantinya akan ditujukan kepada para pekerja yang terdampak PHK atau dirumahkan. Karena itu, ia menyatakan akan berdiskusi dengan jajaran dan dinas terkait untuk menyalurkan 12 ton beras tersebut agar tepat sasaran.

“Atas nama Serikat Pekerja Nasional mewakili kawan yang lain, kami mengucapkan terima kasih kepada BU Risma dan BP Jamsostek. Ini akan kami upayakan penyalurannya sebaik mungkin agar tepat pada sasaran,” pungkasnya. (*)