PDIP Surabaya Gelar Musancab, Armuji: Kunci Kemenangan Ada di Kekompakan

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Surabaya, Minggu (10/5/2026).

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Grand Empire Palace pada Minggu (10/5/2026).

Kegiatan ini dibuka dengan penampilan seni budaya khas Jawa Timur, yakni tari Reog dan tari Remo yang menambah semarak suasana acara.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, termasuk kemungkinan adanya rotasi kepengurusan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).

“Ini konsolidasi rutin. Kalau nanti ada rotasi, itu hal yang biasa. Tidak ada yang aneh,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Armuji juga mengajak seluruh kader untuk tetap solid, loyal, dan tegak lurus terhadap garis partai serta kepemimpinan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

“Sampai kapanpun tetap setia kepada PDI Perjuangan dan Ketua Umum,” tegasnya.

Orang nomor 2 di Kota Surabaya ini mengapresiasi kerja keras jajaran PAC yang selama lima tahun terakhir telah menggerakkan roda organisasi, meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Dalam arahannya, Armuji menekankan agar kader tidak sekadar menjadi politisi, melainkan “manusia politik” yang memiliki gagasan, inovasi, serta mampu hadir di tengah masyarakat.

“Turun ke rakyat, dengarkan mereka, dan bantu mencarikan solusi,” katanya.

Selain itu, kader diminta terbuka terhadap kritik dan saling mengoreksi demi menjaga kehormatan partai. Armuji bahkan menyatakan siap bertanggung jawab penuh apabila PDI Perjuangan mengalami penurunan kinerja di Surabaya.

Dengan kekuatan struktur partai yang lengkap serta dukungan kepala daerah dan legislatif, ia optimistis PDI Perjuangan Surabaya dapat kembali meraih kemenangan.

“Kita punya semuanya. Tinggal semangat dan kemauan untuk turun ke rakyat. Kalau kompak, tidak ada rumus kalah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Putu Guntur Soekarno menyampaikan bahwa Musancab di Surabaya menjadi penutup rangkaian kegiatan serupa di Jawa Timur.

“Alhamdulillah hari ini Musancab Kota Surabaya adalah yang terakhir untuk Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas dan loyalitas kader serta mendorong kerja nyata hingga ke tingkat akar rumput.

“Ingat bahwa hari ini yang dibutuhkan hanya loyalitas, kesolidan, dan kemauan untuk bekerja. Ujung tombak kemenangan kita memang di PAC, di setiap kecamatan,” tegasnya.

Menurutnya, pertarungan politik sesungguhnya berada di tingkat basis wilayah yang harus dikelola secara serius dan berbasis data.

“Yang digempur habis-habisan itu di basis-basis kecamatan. Mulai sekarang petakan basis massa, kantung-kantung suara, mana yang lemah dan mana yang kuat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dinamika dalam partai merupakan hal yang wajar dan diperlukan sebagai bagian dari proses politik.

“Partai harus berdinamika. Itu bentuk dialektika kader dengan rakyat. Kalau tidak ada dinamika, partai itu melempem,” pungkasnya.

Musancab ini menjadi forum penting dalam konsolidasi internal partai di tingkat anak cabang (PAC), sekaligus memperkuat soliditas kader PDI Perjuangan di Kota Surabaya dalam menghadapi agenda politik ke depan.