tribun

RAJAWARTA : Menyadari bahwa tindakannya salah, akhirnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (KIP) meminta maaf kepada penikmat Car Free Day (CFD) di Jalan Raya Darmo, Surabaya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Permintaan maaf KIP tersebut berkenaan dengan dirinya dan rombongan yang menerobos CFD (7/7). Keputusan untuk menerobos CFD setelah tidak ada jalan lain kecuali jalan bebas kendaraan bermotor.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Permintaan maaf KIP tersebut disampaikan humas Pemprov Jawa Timur Aries Aggung Paewai yang mengutip pesan singkat KIP. “Ibu Gubernur menghaturkan permohonan maaf kepada masyarakat yang terganggu kejadian tersebut. Beliau berharap warga dapat tetap menikmati aktivitas di Car Free Day Darmo,” ujarnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Menurut Aries rombongan KIP yang menerobos CFD dengan alasan untuk mempercepat gerak Gubernur Khofifah, yang hendak menghadiri berbagai agenda di wilayah selatan Jawa Timur. Saat itu KIP usai menghadiri undangan BNN.

“Kami sudah mencoba mengambil beberapa jalur alternatif, tapi ternyata semua sisi sudah macet dan padat dengan banyaknya parkir kendaraan baik tamu undangan HANI atau masyarakat yang menikmati CFD di sekitaran Taman Bungkul. Sehingga satu-satunya jalur yang bisa Ibu Gubernur akses hanya melalui Jalan Darmo. Oleh sebab itu kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” terangnya.

Menurutnya, hari ini agenda gubernur cukup padat dengan jarak yang cukup jauh. Di hari yang sama gubernur harus menghadiri agenda di tiga kabupaten sekaligus, masing-masing Blitar, Pacitan dan Ponorogo.

“Ibu Gubernur dijadwalkan akan membagikan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Pacitan dan Ponorogo. Beliau juga Ingin meninjau langsung warga yang terdampak wabah hepatitis A di kabupaten tersebut,” terangnya.

Meski menerobos CFD ungkap Aries, sebenarnya Protokol Pemerintah Provinsi sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang bertugas mengawal kegiatan Gubernur, perihal keamanan dan kenyamanan yang akan dilalui. “Sekali lagi, atas nama Pemprov Jatim, Ibu Gubernur menyampaikan permohonan maaf kepada warga Surabaya,” imbuhnya. (rr)