RAJAWARTA : Setelah beberapa bulan PDIP Kota Surabaya melakukan penjaringan Calon Kepala Daerah Pemilihan Walikota Surabaya, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwiyono or Awi ‘membocorkan’ beberapa nama yang paling menonjol diantara 18 Calon yang sudah mendaftar.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Ditemui di ruang kerjanya, top leader di DPRD Yos Sudarso Kota Surabaya ini memaparkan beberapa informasi yang sedang berkembangan di lapangan. Menurutnya, dari 18 calon yang sudah mendaftar ke PDIP, ada tiga nama yang belakangan ini gencar bersosialisasi kepada calon pemilih.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Ada beberapa figur yang menonjol dalam pergerakan ke masyarakat. Satu, Mas Whisnu Sakti Buana (bakal calon walikota) Ibu Dyah Katerina (bakal calon walikota), dan yang ketiga ada Pak Armuji yang mendaftar sebagai bakal calon Walikota Surabaya,” tutur Awi (12/12/2019).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Dari ketiga Bakal Calon Walikota dan Wakilnya tersebut, ungkap Awi, nama Whisnu Sakti Buana paling menonjol diantara keduanya (Dyah Katerina). “Sering kami menangkap dan sering kami mendapat laporan dari kawan-kawan di lapangan. Ketiganya saya katagorikan menonjol, dan itu semua sudah saya laporan ke DPD dan DPP PDIP,” ulasnya.

Disinggung siapa diantara ketiganya yang paling berpeluang mendapatkan rekom DPP PDIP. Dengan tegas mantan wartawan itu mengatakan dirinya tidak punya domain untuk memastikan siapa yang paling berpeluang.

“Saya tidak mengatakan mana yang paling berpeluang atau tidak berpeluang, tapi saya mengatakan itu menonjol yang bergerak ke lapangan bertemu masyarakat, konstituen. Mengkampanyekan PDIP dan mengkampanyekan dirinya sendiri sebagai bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota,” ujarnya.

Terkait dengan rekom DPP PDIP, Awi mengaku hingga saat ini belum mengetahui kapan rekom DPP akan turun. Kenapa? Karena, rekom sepenuhnya wewenang DPP.

“Tugas DPC Kota Surabaya domainnya menurut Peraturan PDIP nomor 24/2017 adalah melakukan penjaringan, dan itu sudah kami jalankan sesuai dengan arahan DPD PDIP Jatim dan sudah kami laporkan semua ke DPP. Rekom adalah domain DPP PDIP,” pungkasnya.

Di bawah ini stetmen Visual Ketua DPC PDIP Sutarwiyono. Biar Nggak Gagal Paham tonton Videonya Sampai Selesai :

Jangan lupa Like and Subscribe ya