RAJAWARTA : Menjelang Pilwali Surabaya tahun depan nama Gus Hans tiba-tiba mewarnai bursa Bacawali Pilwali yang akan digelar tahun depan. Entah siapa yang menyematkan nama Gus Hans di list Pilwali. Namun yang jelas nama Gus Hans sudah menjadi bahan perbincangan warga Surabaya, utamanya di kalangan politisi.

Video Pilihan Anda :

Dalam sebuah kesempatan, media ini berhasil menemui politisi muda asal Partai Golkar. Dalam pertemuan santai itu media menyodorkan pertanyaan, benarkah Gus Hans berkeinginan Maju di Pilwali Surabaya? Pemilik nama lengkap Zahrul Azhar Asumta S.IP, MKes ini menyambut baik pertanyaan media ini dengan kesan ingin meluruskan isu yang menyebutkan bahwa keinginan maju Pilwali Surabaya adalah atas kehendak pribadinya.

Santai tapi tegas Gus Hans mengatakan namanya mulai mengemuka di panggung Pilwali Surabaya bukan atas kehendak dirinya tapi atas dorongan orang-orang yang terlibat dalam proses politik bersama dirinya.

Video Pilihan Anda :

“Saya harus sampaikan bahwa keinginan itu (maju pilwali) tidak muncul dari keinginan pribadi saya. Yang jelas apa namanya, semacam flow the water saja, seperti halnya saya sampai isu muncul nama saya karena memang tidak bisa dilepaskan dari proses pilgub kemarin,” tuturnya. (8/8/2019).

Dasarnya lanjut Gus Hans, kemungkinan dari pengalaman teman-teman yang mengetahui sepakterjangnya di panggung politik.

“Mungkin banyak orang-orang yang terlibat berproses dengan saya, memandang saya memiliki kapasitas untuk masuk di ranah ini (Pilwali Surabaya),” tukasnya.

Kapasitas apa yang anda miliki sehingga dorongan itu begitu kuat agar anda Running di Pilwali? Dengan berdiplomasi Gus Hans enggan untuk menjelaskan kapasitasnya sendiri. Namun dia hanya bisa mereka-reka mungkin karena selama ini dirinya teguh dalam memegang komitmen.

“Kalau ngomong baiknya sendiri kan kurang asyik ya, tapi bisa mungkin karena yang selalu saya jaga adalah komitmen. Komitmen dalam menjalankan tugas, komitmen dalam menjaga persahabatan, dan komitmen dalam melakukan fatsun-fatsun politik, karena di dalam politik itu misalnya kalau kita sekali cacat maka akan susah untuk mengembalikan kepercayaan,” ucapnya.

Dengan fakta tersebut ujarnya, mungkin saja teman-teman melihat dirinya tidak dalam posisi cacat untuk mereka perjuangkan.

Bagaimana dengan tokoh politik, apa sudah ada komunikasi? Bintang iklan larutan penyegar ini menjelaskan, kalau secara formal belum ada pembicaraan. Tapi kalau sekedar ngobrol seputar perkembangan politik, banyak.

“Kalau tokoh partai banyak ya, tapi kalau secara formal as a partai kita belum komunikasi secara formal karena waktunya (Pilwali) kan masih lama prosesnya,” jelasnya seraya nyeruput jus mangga kesukaannya.

Yang jelas tuturnya, di Partai politik dirinya punya tempat cukup baik untuk menuai dukungan.

“Tapi saya wakil ketua Jawa Timur untuk Golkar. Dan proses di golkar sendiri saya biarkan berjalan, yang jelas rekomendasi ada nama saya dan biarkan proses berjalan normal. Karena golkar kan partai sehat jadi dia (golkar) akan berproses dengan sehat,” pungkasnya.

Bersambung……..