RAJAWARTA : Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Diahub) terus berupaya memaksimalkan penggunaan Trotoar jalan untuk pejalan kaki. Salah satu caranya adalah dengan cara memasang rambu bertuliskan “Budayakan Malu Berkendara di atas Trotoar”

Bedasarkan pengamatan media ini, pemasangan rambu tersebut dampaknya cukup baik. Sebab, para pengguna trotoar di jam-jam padat kendaraan, utamanya di sore hari terlihat berkurang.

Buah pengamatan media ini dibenarkan Bripka Dodik Wibowo. Menurutnya, rambu itu setidaknya bisa membantu dirinya dalam menjalankan tugas.

“Ada manfaatnya, tapi bukan berarti sudah steril dari pengendara yang naik ke trotoar. Minimal rambu itu jadi pengingat kepada pengendara yang suka naik ke trotoar di saat jalanan macet,” ujarnya (8/8/2019).

Karena kesadaran sebagian warga Surabaya masih kurang terhadap fungsi jalan (trotoar), maka pihaknya dan Dishub Surabaya tetap melakukan penjagaan.

“Sebenarnya rambu itu merupakan bentuk edukasi agar masyarakat menggunakan jalan sesuai dengan fungsinya. “Disini kami berbagi tugas, polisi menjaga kelancaran lalu lintas, sementara Dishub yang menjaga trotoar. Intinya kami bersinergi,” jelasnya.

Munir petugas Dishub surabaya yang sore itu berada di Jalan Urif Sumoharjo tidak berbeda pandangan dengan Bripka Dodik terkait dengan rambu bertuliskan “Budayakan Malu Berkendara diatas Trotoar”.

Dijelaskan Munir, Sebelum ada rambu tersebut, kesadaran masyarakat terhadap fungsi trotoar masih kurang. Buktinya ketika jalan mulai macet banyak pengendara naik ke totoar. “Rambu itu dampaknya cukup baik. Karena bisa membantu menyadarkan pengendara untuk tidak menggunakan trotoar,” jelasnya.

Mashudi, warga Kapas Madya Surabaya mengaku sudah tidak pernah menggunakan trotoar di jam-jam macet. “Kalau sudah keburu saya pasti naik ke trotoar. Sejak dipasang rambu itu saya nggak enak sendiri dilihat pengendara lain,” pungkasnya.

Dodik wibowo bripka.

Munir ada manfaat tapi ada yg mengabaikan.. untuk pejqlqn kaki dan ada manfaatnya….0

Print Friendly, PDF & Email