RAJAWARTA : Puluhan mahasiswa yang tergabung ke dalam Ikatan Mahasiswa Mauhammadiyah (IMM) Surabaya mrnggrlar malam berkabung untuk Almarhum Randy, mahasiswa asal Universitas Halu Oleo, Kendiri yang meninggal dunia diduga karena tertembak saat melakukan aksi di Kantor DPRD Propinsi Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.

Masa berkabung untuk Almarhum Randy digelar di Monumen Perjuangan Polri di Jalan Polisi Istimewa, Sueabaya, Jawa Timur. Rangkaian acara mulai dari menyalakan lilin tabur bunga hingga tuntutan penuntasan kasus yang menyebabkan Randy meninggal dunia dan penangkapan aktivis.

Ditemui pewarta Syarifuddin Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Cabang IMM Surabaya menjelaskan, aksi malam berkabung dan solidaritas ini sekaligus mengecam tindakan represif polisi dalam menangani demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, tindakan brutal aparat kepolisian terhadap mahasiswa sangat bertentangan dengan peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar hak asasi manusia dalam penyelenggaraan tugas kepolisian RI dan Perkapolri Nomor 16 tahun 2006 tentang pengendalian massa.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa tuntutan disampaikan mahasiswa IMM Surabaya, berikut tuntutannya :

  1. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk berubah, dan melakukan pengamanan aksi dengan cara-cara yang persuasif tanpa kekerasan dan tindakan represif.
  2. Mengecam tindakan kekerasan, penganiayaan, pengeroyokan, bahkan tindakan kesewenang-wenangan.
  3. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas pelaku penembakan aktivis di Kendari beberapa waktu lalu.
  4. Menghentikan kriminalisasi terhadap aktifis dan jurnalis.
  5. Mendesak Presiden untuk segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (Perpu) untuk membatalkan UU KPK yang kontroversial dan syarat dengan upaya pelemahan KPK serta sudah banyak ditolak oleh berbagai aktivis, akademisi dan pegiat anti korupsi diberbagai daerah di Indonesia.
  6. Mengajak seluruh kader beserta mahasiswa se-Indonesia untuk bersatu padu, secara bersama-sama untuk merapatkan barisan dalam menyuarakan aspirasi perjuangan rakyat. 

artk/foto : suarasurabaya