WowKeren – Nusa Tenggara Barat kembali diguncang gempa pada Minggu (17/3) kemarin. Getaran gempa dirasakan cukup keras hingga membuat warga berhamburan keluar rumah. Tercatat, gempa yang terjadi di Lombok Timur itu berkekuatan 5,2 SR.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Titik pusat gempa berada di jarak 7 km di arah barat laut Lombok Timur. Kedalaman gempa disebut berada di titik 11 km. BMKG menyatakan gempa tak berpotensi tsunami.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Kendati demikian, longsor terjadi di tempat wisata Air Terjun Tiu Kelep pasca terjadinya gempa. Diketahui, gempa juga terjadi di Lombok Utara sekitar pukul 15.07 Wita dengan kekuatan 5,8 SR. Akibat kejadian ini, sebanyak 40 wisatawan sempat dikabarkan terjebak di lokasi air terjun yang ada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Selain wisatawan lokal, 40 turis yang terjebak di lokasi longsor juga berasal dari mancanegara. Sementara itu, 2 orang dikabarkan meninggal dunia akibat kejadian ini.

Menyusul kejadian ini, kawasan wisata Air Terjun Tiu Kelep dan juga Air Terjun Sindang Gile dinyatakan ditutup. Penutupan ini terkait dengan kondisi pasca gempa.

“Melihat kondisi ini, untuk sementara kawasan wisata air terjun ditutup,” terang Sekertaris Daerah Lombok Utara, Suardi, seperti dilansir Tempo pada Senin (18/3). “Dilihat dulu perkembangannya. Kami juga akan membicarakan dengan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani karena ini kewenangan mereka.”

Hingga saat ini, polisi dan beberapa petugas terkait masih terus melakukan evakuasi korban. Dikabarkan masih ada satu jenazah, yakni seorang Warga Negara Malaysia yang belum terevakuasi. Posisi jenazah disebut terjepit bebatuan besar di jalur menuju Air Terjun Tiu Kelep.