Korban Kebakaran Bulak Rukem Dapat Bantuan Rusun dan Sepeda

RADJAWARTA ; Pejabat Pemkot Surabaya menjenguk korban kebakaran di Jalan Bulak Rukem Timur II F. Dalam kebarakaran itu tujuh rumah ludes dilalap si jago merah.

Pemkot Surabaya menawarkan bantuan kepada para korban kebakaran berupa rumah susun. Selain bantuan Rumah susun, Pemkot juga akan memberikan bantuan sepeda untuk transportasi anak-anak ke sekolah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan hari ini pihaknya bakal membantu evakuasi pindahan korban kebakaran ke rusun. Di rusun tersebut, semua sudah tersedia. Selain bantuan berupa rusun, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan berupa pakaian, selimut, dan sarung.
 
“Di sana (rusun) semua sudah tersedia, saya juga tanyakan ke korban ternyata barangnya tidak ada yang tersisa. Sehingga bantuan dari BPB, juga akan kami berikan. Seperti pakaian, pakaian dalam, selimut, dan sarung,” kata Eddy.
 
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut adalah memasak lontong menggunakan tungku yang mengakibatkan enam rumah terbakar.
 
“Untuk dugaan sementara begitu, rumah non permanen yang terbuat dari triplek dan sesak bambu jadi mudah terbakar,” tutur Irvan.
 
Ia mengungkapkan, sebelumnya informasi kebakaran tersebut diterima oleh tim Command Center 112 pada pukul 20.51 WIB. Kemudian petugas memberangkatkan total 17 unit mobil PMK. Unit tempur tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pukul 20.58 WIB. “Petugas langsung memadamkan api dan dinyatakan aman Pukul 21.33 WIB,” imbuhnya.
 
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bersama bagi semua, untuk lebih berhati-hati dan mengantisipasi bahaya kebakaran. Karena itu, pihaknya bakal terus mengadakan simulasi dan sosialisasi bahaya kebakaran untuk wilayah-wilayah padat penduduk.
 
“Kita tumbuhkan awarness kepada warga tentang bahaya kebakaran dengan simulasi dan sosialisasi di tingkat RT dan RW khususnya kawasan padat penduduk,” pungkasnya. (*)