RAJAWARTA : Penghuni rusunawa Sombo mengeluhkan kondisi tempat tinggalnya yang tampak memprihatinkan karena sudah mengalami rusak parah. Keluhan itu disampaikan, Abdurrahim ketua RT 02 RW 05 menjelaskan, kerusakan itu sudah sejak tahun lalu. “Yang rusak itu genteng, plafon, gudang,” jelasnya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Meski pemerintah belum hadir dalam persoalan penghuni Rusun, namun warga berinisiatif melakukan perbaikan sendiri, misalnya memasang seng sebagai plafon maupun dinding. “Ini sebenarnya melanggar biar yang berwenang sajalah yang nanti menindak,” terang Abdurrahim

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Abdurrahim berharap pemkot Surabaya segera melakukan perbaikkan. “Kalau tidak nanti kedhisikan gentengnya ambrol,” jelasnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Sumardi warga setempat juga membenarkan kalau rusunawa Sombo sudah banyak mengalami kerusakan. “Wajarlah namanya juga bangunan yang umurnya sudah tua” ujarnya.

Sumardi menerangkan kalau Rusunawa Sombo berdiri sejak tahun 1990. ” Dulunya ini penukiman kumuh yang kemudian digantikan rusun oleh pemerintah untuk warga” jelasnya.

Menurut Sumardi awalnya warga tidak dipungut biaya sewa. Tapi sejak 15 tahun lalu seiring dengan terbentuknya UPTD dikenakankan sewa. “Besarnya bervariasi, mulai 10 ribu rupiah untuk lantai 3 sampai 40 ribu untuk lantai dasar” ungkapnya. Uang sewa itu sudah naik 2 kali sejak diberlakukannya tarif sewa.

Rusunawa Sombo memiliki 10 blok yang 8 blok terdiri dari 56 unit tempat tinggal. Sedangkan 2 blok sisanya berdiri 39 unit tempat tinggal. “Seluruh unit penuh” pungkas Sumardi.

Menyikapi keluhan itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni melihat langsung lokasi rusunawa Sombo. Ketua Fraksi Partai Golkar ini mengaku prihatin dengan kondisi tersebut berbarengan dengan kegiatan bakti sosial Komunitas Sosial Surabaya. “Rusunawa Sombo ini rusun tua di Surabaya dan kondisinya memprihatinkan” ungkapnya.

Menurutnya Pemkot Surabaya jangan hanya memperindah rusunawa Urip Sumoharjo karena letaknya di pusat kota sedangkan rusunawa di pinggir kota tidak diperhatikan. “Seharusnya semua rusunawa seperti Urip Sumoharjo” tegasnya.