SURABAYA : Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Dr. Michael Leksodimulyo, melakukan kunjungan lapangan ke Sekolah Rakyat di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, pada Selasa (4/8/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan sarana, prasarana, serta proses pembinaan anak-anak dari keluarga prasejahtera pasca-serah terima gedung sekolah baru tersebut.
Dalam peninjauannya, Dr. Michael mengapresiasi kualitas fasilitas dan program pendidikan integral yang telah disiapkan. Selain sarana belajar dan olahraga yang memadai, sekolah berbasis asrama ini juga menyediakan kebutuhan dasar siswa secara menyeluruh, termasuk makan tiga kali sehari serta fasilitas kerohanian.
“Kami melihat fasilitas yang diberikan amat sangat memadai. Sekolah disiapkan lengkap, mulai dari makan tiga kali sehari, fasilitas belajar, hingga pembinaan kerohanian. Untuk siswa muslim disiapkan pengajian tiga kali seminggu, begitu pula untuk siswa non-muslim disiapkan sarana ibadah di gereja,” ujar Dr. Michael.
Selain kelengkapan fasilitas tuturnya, aspek pembentukan karakter (character building) menjadi sorotan utama dalam sistem pendidikan di Sekolah Rakyat Kedung Cowek. Melalui keterlibatan pembina dari Taruna Angkatan Udara yang baru tiba di lokasi, para siswa mulai ditanamkan nilai-nilai utama, seperti:
- Kedisiplinan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
- Kesadaran menjaga kebersihan, di mana siswa bertanggung jawab penuh atas kerapihan asrama dan kamar masing-masing.
- Integritas dan tanggung jawab, yang juga dicontohkan langsung oleh para guru melalui jadwal piket kebersihan di ruang guru.
Dr. Michael menilai pola ini sangat efektif untuk mencetak generasi penerus bangsa yang mandiri sejak dini, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, bahkan hingga jenjang perguruan tinggi melalui skema bantuan pendidikan.
Meski memberikan penilaian yang sangat positif, Komisi D DPRD Surabaya memberikan beberapa catatan penting demi optimalisasi operasional sekolah ke depan:
- Rasio Pembimbing: Saat ini, satu pembimbing harus mendampingi 20 anak atau lebih karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Idealnya, rasio pendampingan adalah 1 pembimbing untuk 15 siswa.
- Fasilitas Tambahan: Perlunya percepatan penyediaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta penataan dan pemeliharaan kebersihan di area luar gedung sekolah.
- Pendampingan Emosional Siswa: Mengingat banyaknya siswa usia SD yang masih beradaptasi dan merindukan orang tua, diperlukan penanganan emosional yang bijak meski sudah ada jadwal kunjungan khusus dari pihak keluarga.
Dia menambahkan, Sekolah Rakyat Kedung Cowek merupakan program pusat di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial untuk proses penjaringan siswa prasejahtera.
Pembangunannya turut melibatkan Kementerian PUPR, dinas terkait, serta jajaran pembina dari Taruna Angkatan Laut Cilegon dan K3.
“Secara keseluruhan, saya menilai ini adalah langkah konkret pemerintah dalam memberdayakan keluarga tidak mampu melalui pendidikan anak-anak mereka. Ketika anak-anak ini dibekali kemandirian dan pendidikan yang baik sejak dini, mereka akan menjadi bibit unggul yang mampu mengangkat derajat dan perekonomian keluarganya di masa depan,” pungkas Dr. Michael.













