Komisi B DPRD Surabaya Sidak RPH Tambak Osowilangon, Soroti Kelayakan Konstruksi dan Stabilitas Operasional

SURABAYA – Komisi B DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Potong Hewan (RPH) Tambak Osowilangon, Selasa (5/8), untuk memastikan kelayakan fasilitas dan kesinambungan operasional pemotongan hewan, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan daging masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi B, Mohammad Faridz Afif bersama anggota dewan menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari kebersihan, sistem penyembelihan, hingga kondisi fisik bangunan. Salah satu perhatian utama adalah kualitas konstruksi bangunan RPH.

“Konstruksinya sudah lumayan bagus. Hanya saja ada hal yang harus betul-betul diwaspadai karena tanahnya ini bekas sampah, seperti tanah gambut. Jadi goyang, dan ini menyebabkan banyak bagian bangunan yang retak-retak,” jelas Ketua Komisi B.

Ia menambahkan, seharusnya saat awal pembangunan, lapisan sampah tersebut diangkat seluruhnya sebelum didirikan bangunan. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keamanan dan kelangsungan operasional, apalagi mengingat bahwa ke depan RPH ini akan menjadi lokasi pengalihan aktivitas pemotongan dari tempat sebelumnya.

“Kalau nanti dialihkan semua ke sini, lokasi ini juga harus dipastikan benar-benar siap. Selain tanahnya yang perlu diperhatikan, jaraknya pun cukup jauh dari pusat distribusi sebelumnya. Ini juga perlu menjadi pertimbangan,” ujar Faridz.

Meski demikian, Komisi B menilai secara umum RPH Osowilangon telah memenuhi standar operasional. Hanya diperlukan beberapa perbaikan dan penguatan fasilitas, yang nantinya akan disampaikan oleh pihak direksi kepada Pemerintah Kota Surabaya.

“Satu hari saja operasional RPH ini berhenti, dampaknya akan sangat besar. Maka penting bagi pemerintah kota untuk segera menindaklanjuti kebutuhan yang ada agar distribusi daging tetap stabil dan tidak terganggu,” pungkas Faridz.

Menanggapi sidak tersebut, Direktur Utama RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho menyampaikan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan DPRD Surabaya.

“Kami berterima kasih atas perhatian Bapak-bapak di Komisi B DPRD Surabaya yang memberikan perhatian pada pengembangan RPH Surabaya di lokasi baru di Tambak Oso Wilangun. Prinsipnya, ini adalah bagian dari pengembangan. Tempat pemotongan di Pegirian dan Kedurus yang dirasa bangunannya sudah cukup tua, oleh Pemkot diberikan bangunan baru yang lebih representatif, lebih siap, dan lebih optimal. Harapannya begitu,” ungkap Dirut RPH.

Ia menambahkan bahwa pihaknya siap menggunakan fasilitas baru ini setelah seluruh sarana-prasarana dinyatakan layak dan aman digunakan.

“Makanya kami sederhana saja, ketika bangunan ini sudah siap, karenanya sudah siap digunakan, luasannya cukup, dan sarana-prasarana sesuai, maka akan segera kami operasikan,” tegasnya.

RPH Tambak Osowilangon diharapkan menjadi tulang punggung baru penyediaan daging untuk Kota Surabaya dengan sistem yang lebih modern dan fasilitas yang lebih memadai.