RADJAWARTA : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (KIP) Setelah menggelar buka puasa bersama (Bukber) dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) se Jatim di Gedung Negara Grahadi, Rabu (8/5).

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Dalam kesempatan itu, KIP membagikan bingkisan kepada 100 yatim piatu dari Surabaya dan sekitarnya. Ada 20 anak yatim yang ditunjuk untuk mewakili menerima bingkisan.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Buber KIP iji dihadiri oleh Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Kajati, Wakil Ketua DPRD Prov. Jatim, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak beserta istri, Sekdaprov Jatim, serta para kepala OPD di jajaran Pemprov Jatim.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

KIP mengajak kepada masyarakat Jawa Timur untuk senantiasa menebarkan kasih sayang di bumi Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

“Bila Allah menebarkan kasih sayang dari atas, maka marilah kita tebarkan juga kasih sayang diantara kita agar tersemai damai, dan cinta kasih di Bumi Indonesia dan Bumi Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah

Selain itu, silaturahmi bersama dengan Forkopimda, Tomas dan Toga dinilainya sangat penting. “Sesibuk apapun kita akan mengadakan silaturahim dengan Forkopimda, apalagi di bulan Ramadhan,” jelasnya.

Sementara dalam tausiahnya, KH. Dr. Imam Mawardi, MA menyampaikan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang penuh kasih sayang. Sehingga, manusia bisa bertahan di bumi dalam jangka waktu lama.

“Manusia bisa berkolaborasi dengan banyak manusia, mampu bekerjasama walau dalam perbedaan, sehingga mereka bisa berbahagia di muka bumi ini. Tanpa kasih dan cinta, manusia akan musnah lanjutnya,” terangnya.

Dirinya mencontohkan, kalau orang yang menyendiri dan jarang berkumpul dengan orang kebanyakan tidak berumur panjang. Oleh karena itu dirinya menganjurkan agar mereka selalu bersilaturahim dengan sesama, walaupun dalam perbedaan.

“Terpenting kita harus menghargai sesama, satu dalam Nlnegara Indonesia, satu Bhinneka Tunggal Ika,” pintanya.