SURABAYA : Kegiatan Pramuka di Kota Surabaya dinilai membutuhkan terobosan inovatif guna mengimbangi dinamika para remaja dan generasi muda. Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya Hj. Siti Mariyam, menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas Bumi Perkemahan tersendiri untuk mendukung berbagai aktivitas luar ruangan (outdoor) Pramuka di Kota Pahlawan.
Dalam wawancaranya, Siti Mariyam menyampaikan bahwa Kwarcab Pramuka Kota Surabaya akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada bulan Agustus mendatang. Agenda tersebut bertujuan untuk memilih Ketua Kwarcab yang baru menggantikan kepemimpinan periode sebelumnya, sekaligus merumuskan program kerja ke depan.
“Pramuka itu identik dengan kegiatan dekat dengan alam (outdoor). Namun saat ini, fasilitas perkemahan yang memadai di Surabaya masih sangat minim. Banyak sekolah atau lapangan yang tidak bisa digunakan untuk kegiatan kamping karena berbagai keterbatasan,” ujar Siti Mariyam.
Semua kegiatan kepramukaan akan berjalan sesuai rencana jika didukung dengan sarana dan prasarana yang memadahi. Oleh karenanya politisi PDIP Kota Surabaya ini menekankan adanya pengadaan Bumi Perkemahan di Surabaya sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak (urgent), terutama menjelang momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus mendatang.
Beberapa poin penting terkait usulan Bumi Perkemahan ini di antaranya:
- Kebutuhan Luas Lahan: Diperkirakan membutuhkan lahan ideal sekitar 5 hektar.
- Opsi Lokasi: Terdapat beberapa opsi lokasi potensial, di antaranya area Jurang Kuping (akses Citraland) hingga kawasan Kenjeran yang memiliki view Jembatan Suramadu.
- Dukungan Komisi C: Anggota Komisi C DPRD Surabaya mendorong Pemkot untuk mengkaji pemanfaatan aset lahan daerah yang belum terolah secara maksimal.
Potensi Inovasi dan Pendapatan Daerah
Selain sebagai wadah pembinaan karakter remaja untuk menekan angka kenakalan serta bullying, keberadaan Bumi Perkemahan yang dilengkapi fasilitas outbound modern juga dinilai berpotensi menjadi sumber Penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Surabaya.
“Daerah lain umumnya sudah memiliki Bumi Perkemahan sendiri. Jika Surabaya memiliki fasilitas yang terkonsep dan inovatif, tentu tidak hanya anggota Pramuka yang dapat memanfaatkannya, tetapi juga masyarakat umum dan remaja luas,” pungkasnya.













