RADJAWARTA : Kasus PMKS ( Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ) yang menimpa Saudari Wiji Fitriani asal Desa Ngadi Kecamatan Mojo, karena mengalami gangguan jiwa dan hanya tinggal bersama neneknya, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

“Tahun 2017 pasien sudah dibawa ke RS Lawang, namun pasien masih mengalami luka-luka akibat gigitannya sendiri ketika kambuh dan harus diamputasi,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Menurutnya, proses amputasi akan dilaksanakan di RSUD Pare, namun tindakan tersebut terhalang oleh neneknya yang tidak memperbolehkan tangan Wiji diamputasi, dan terpaksa Wiji dibawa pulang ke rumah.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Bentuk perhatian serta tindakan untuk Saudari Wiji Fitriani tersebut sudah diberikan pada hari Jumat, 19 April 2019 serta langsung mendapatkan perawatan di RSJ Menur untuk penyembuhan dan perawatan kejiwaannya” tambahnya.

Saat berkunjung ke rumahnya Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial sudah melakukan kunjungan ke rumah yang bersangkutan bersama TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat) dan berkoordinasi langsung dengan perawat dari puskesmas setempat.

Hasil koordinasi tersebut menemukan kondisi Wiji Fitriani sangat memprihatinkan. Apabila kondisi kambuh, Wiji Fitriani cenderung menyakiti diri sendiri, salah satunya dengan menggigit jari-jari tangan sampai berdarah. Wiji Fitriani juga mendapatkan kunjungan secara rutin dari perawat jiwa puskesmas setempat serta mendapatkan fasilitasi BPJS untuk masyarakat kurang mampu dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai ).

Untuk menyembuhkan luka-luka, Wiji dibawa ke RS DR. Iskak Tulungagung didampingi oleh relawan. Selain itu, tindakan operasi juga akan dilaksanakan setelah hasil koordinasi dari pihak RS. Dr. Soetomo dengan Tim JSC (Jatim Social Care), berkordinasi bersama Dinsos Prov, Dinsos Kab, Teman2 TKSK (pendamping pasung), Dinas Kesehatan, Camat Mojo, Puskesmas Ngadi, UPT Bina Laras Butuh Kras, RSJ Lawang dan UPT PRSBKW serta adanya persetujuan dari keluarga.

“Saat ini Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Kediri tetap memantau kondisi dan terus memberikan perhatian untuk memastikan Wiji benar-benar sembuh,” pungkasnya (hms/Kom/daw,tj,wk).