Dharmawan alias Aden Wakil Ketua DPRD Surabaya tersangka korupsi Jasmas Pemkot Surabaya diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak. Aden tiba di kantor Kejaksaan sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan Aden di Kantor Kejaksaan langsung diburu pewarta untuk dimintai pernyataan. Namun, hingga masuk ke ruang penyidik Aden menggunakan jurus bungkam.

Dari pengamatan media, sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga hari ini (21/8/2019) Aden membawa koran untuk menutupi wajahnya dari jepretan wartawan. Namun kali ini Koran yang dibawanya bukan untuk menutupi wajahnya tapi untuk menutupi borgol ditangannya.

Seperti diketahui, Darmawan ditetapkan tersangka lalu ditahan ke cabang rutan klas I Surabaya di Kejati Jatim pada 16 juli 2019.

Selain Darmawan ada juga dua rekan anggota DPRD Surabaya yang juga bernasib sama tinggal di rutan jalan Ahmad Yani Surabaya yakni Sugito dan Binti Rochma.

Bahkan pada Senin (19/8) kemarin, Kejari Tanjung Perak telah menetapkan tiga anggota DPRD Kota Surabaya sebagai tersangka diantaranya Ratih Retnowati, Dini Rijanti dan Syaiful Aidy.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejari Tanjung Perak juga sudah menahan pihak swasta yaitu Agus Setiawan Tjong dan telah di vonis pengadilan tipikor Surabaya selama 6 tahun penjara.

Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugi hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (fir)