foto/kps

RADJAWARTA : Polda Jatim meringkus lima orang terduga pelaku keributan, di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang  beberapa waktu lalu (pemilu serentak). Ketika itu pelaku membawa senpi dan lawannya membawa celurit. Keributan itu disebab oleh perebutan mandat saksi Caleg Hanura Dapil 4 Sampang, Madura.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Luki Hermawan didampingi Direskrimum Kombes Pol. Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan, berkat bantuan masyarakat Polda Jatim berhasil menangkap para pelaku.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Alhamdulillah, berkat kepedulian warga setempat, pelaku berhasil kami amankan. Ada lima orang dan senpi bisa kita amankan dari dua baru satu unit,” ujar Kapolda Jatim, Rabu (17/4/2019).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Luki mengungkapkan, kejadian tersebut, berada di Robatal. Dimana dua kelompok pemuda yang nekat mengambil kotak suara di dalam TPS, karena ditengarai tidak puas akhirnya di bawa kabur menggunakan mobil.

Luki menjelaskan, sempat terjadi kejar kejaran antar petugas bahkan anggota mau ditabrak. Akhirnya diinformasikan ke Polsek terdekat dan bantuan Dalmas, akhirnya mobil dihadang tengah jalan.

“Alhamdulillah berkat ada satuan TNI Polri akhirnya bisa diamankan. Kotak suara bisa diambil, dikembalikan ke TPS karena masih banyak pemilih,” terang Irjen Pol. Luki Hermawan.

Dari peristiwa ini, dua pelaku diamankan dengan barang bukti senjata tajam (sajam). Sehingga, total pelaku yang diamankan dari dua kasus ini, sebanyak tujuh orang. Masing masing di Desa Banyuates lima orang, dan di Desa Robatal dua orang. (hms/pol/ri)