RADJAWARTA : Kampanye Akbar Pasangan Parbowo-Sandi yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) Minggu (7/4/2019) diibaratkan atau digambarkan sebagai Kampanye ‘Keamplopan VS Keummatan’

Gambaran tersebut disampaikan pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

“Jadi ya temanya bisa kampanye ini jadi ‘keamplopan vs keumatan’ begitu. Siapa yang lebih cenderung memilih amplop, siapa yang cenderung memilih umat yang suka rela yang seperti hari ini ditampilkan,” jelasnya seperti yang terlansir di timeindonesia (7/4).

Menurut Hendri ribuan massa yang hadir ke GBK dinilainya tanpa iming-iming amplop dan nasi bungkus. “Sangat diapresiasi. Mereka hadir bukan karena amplop, ukan karena nasi bungkus, tapi karena keinginan pribadi,” ujarnya.

Dia menambahkan hadirnya ribuan massa yang hadir ke kampanye akbar Prabowo-Sandi merupakan penikmat demokrasi yang sesungguhnya.

“Sekarang ini kan radikalisme yang sesungguhnya itu kan adalah para pemberi yang menerima amplop, maka dengan tadi rampil tanpa amplop tanpa nasi bungkus mereka pun hadir,” tukasbya.

Seperti telah diketahui bersama bahwa kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK yang dihadiri ribuan massa telah mempertontonkan demokrasi yang sesungguhnya.

Mereka yang hadir baik dari Jakarta bahkan dari luar daerah rela merogoh koceknya sendiri tanpa berharap apapun. Yang mereka inginkan hanya ingin mendengarkan orasi Prabowo dan para tokoh pendukungnya.

Bahkan, kubu Prabowo mengungkapkan kalau melihat antusias masyarakat yang hadir di setiap kampanye, maka Kubu Prabowo yakin menang di Pilpres 2019. (sbr/tmi)