RADJAWARTA : Di lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto menegaskan akan menyelenggarakan pemilu bersih dan murah jika dirinya dipercaya memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

“Saya bersaksi di hadapan saudara, saat saya terima mandate rakyat, kemudian saya jalankan lima tahun pemerintahan, saya jamin pemilu yang akan datang adalah pemilu yang paling bersih, paling transparan, paling terbuka, dan paling murah,” janji Capres nomor Urut 02 beberapa waktu lalu.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Dalam orasinya, Prabowo menyampaikan rasa khawatirnya, dengan adanya potensi kecurangan yang kemungkinan bisa terjadi dalam Pilpres 2019 ini. Prabowo menegaskan, dirinya tidak takut kalah tapi hanya khawatir bila hak konstitusi rakyat dicurangi.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Prabowo meminta kepada penyelenggara pemilu mamastikan kecurangan tidak terjadi di Pilpres 2019. Pemilu harus berlangsung jujur dan adil demi terwujudnya kedaulatan rakyat.

“Saya menghimbau dan mengingatkan kepada mereka yang ada di lembaga-lembaga penting, kawan-kawan KPU, mohon jangan mengijinkan kecurangan terjadi lagi. Saya tidak masalah, siapapun yang dipilih rakyat saya tunduk dan patuh, tapi jangan hina dan bohongi rakyat,” ujar Prabowo dalam orasinya.

Rasa khawatir Prabowo ini bukan tanpa alasan. Beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan temuan 17,5 juta daftar pemilih (DPT) bermasalah. Belum lagi temuan WNA pemilik e-KTP masuk ke DPT.

“Saya dapat laporan ada 17 juta DPT bermasalah, berapa pun jumlah yang tidak jelas dari mana asalnya itu, janganlah bohongi rakyat. Untuk apa sih jabatan, ganti kepala desa itu biasa saja, ganti bupati biasa saja, ganti kepemimpinan itu biasa,” pungkas Prabowo (sbr/pas)