RAJAWARTA : Insiden Lift macet di Gedung DPRD Yos Sudarso Kota Surabaya meninggalkan trauma mendalam bagi staf bahkan beberapa Wakil Rakyat. Trauma tersebut, terungkap setelah beberapa sumber di DPRD menyampaikan keluhannya ke media ini.

Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Yos Sudarso saat ditemui ruang rapat Komisi mengaku tidak berani menggunakan lift. Pasalnya, insiden yang menimpa Minun Latief dan beberapa staf Dewan terus menghantui pikiran.

“Sebelum ada insiden itu (Minun Latief terjebak lift), kalau mau naik lift tidak berani sendirian. Jadi selalu cari teman jika mau naik lift,” ceritanya. (6/12/2022).

Politisi Partai Gerindra itu, mempertanyakan kondisi lift di Gedung Baru DPRD yang dihuni 50 anggota Dewan. “Itunganya gedung baru koq lift nya ngadat ‚Ķtakut aku naik lift sendiri jadinya,” ujarnya.

Sementara Dr Zuhrotul Mar’ah juga mengaku heran terhadap kondisi lift yang sempat menahan Minun Latief selama 2,5 jam karena liftnya macet.

“Gedung baru setiap bulan liftnya selalu ada kerusakan. Apa tdk ada maintenance nya yg mengawasi, memperbaiki layak fungsinya?,” tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Sekitar Jam 1 siang (5/12/2022) Ketua Fraksi PKB terjebak lift selama 2,5 jam. Insiden itu membuat heboh seisi Gedung Dewan.

Minun Latief dan 5 orang lainya, akhirnya bisa dievakuasi setelah tim penyelamat dan teknisi bekerja keras. Minun Latief juga mendapat pemeriksaan kesehatan dari tim kesehatan Pemkos.

Print Friendly, PDF & Email