RAJAWARTA : Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka kongres paliatif international bertajuk The 13 th Asia Pasific Hospice and Palliative Care Conference (APHC) 2019 yang digelar di Grand City, Surabaya, Jumat (2/8/2019). Kongres ini pertama kalinya di gelar di Indonesia dan Kota Surabaya dipilih menjadi tuan rumah karena kota ini disebut Kota Paliatif dan memiliki program layanan perawatan paliatif yang maju.

Video Pilihan Anda :

Acara yang diikuti oleh 24 negara dari Asia Pacific ini merupakan kongres yang membahas penanganan paliatif kepada pasien stadium akhir. Kongres ini sudah berlangsung selama 13 kali berkeliling di berbagai negara yang diikuti oleh tokoh-tokoh dunia ahli paliatif.

Ketua Komite Pelaksana APHC 2019, Dradjat R. Suardi mengatakan dalam kongres The 13 th Asia Pasific Hospice and Palliative Care Conference (APHC) 2019 ini dihadiri sebanyak 700 orang dari mancanegara dan 300 dari domestic. “Hari ini kami spesifik membahas terkait symposia. Ini adalah pemaparan oleh para ahli dengan tujuan untuk penyerapan kemudian yang akan diimplementasikan terhadap pelayanan masyarakat khususnya di Indonesia,” kata Drajat.

Video Pilihan Anda :

Drajat melanjutkan Masyarakat Paliatif Indonesia (MPI) dan Jaringan Perawatan Paliatif Asia Pasifik (APHN) itu bakal diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti workshop paliatif, simposium, serta diskusi atau sharing bersama ahli paliatif.

Pembina Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD dr Soetomo Surabaya, Sunaryadi Tejawinata mengatakan dampak dari kegiatan ini mampu menolong 76,4 persen penderita dari lima maslah penderitaan, yaitu fisik, psikologis, sosiologis, cultural, dan spiritual.

“Untuk mencapai angka tersebut tentu banyak tantangan, namun saya bersyukur karena Pemkot Surabaya mendukung sepenuhnya program ini, sehingga dari berbagai upaya melalui sosialisasi di tiap kecamatan, kami berhasil merangkul banyak relawan paliatif,” ujar Sunaryadi. 

Melihat program Surabaya terkait pelayanan paliatif, Prof Cynthia, Ketua Jaringan Perawatan Paliatif Asia Pasific kagum. Ia menjelaskan, sebelumnya pelayanan paliatif ini hanya ditemukan di rumah sakit saja. Namun berbeda dengan Kota Surabaya yang menghadirkan program Hospice home care (HHC). “Selama ini belum pernah ada Taman Paliatif atau Kota Paliatif, ini sangat mengesankan. Program semacam ini akan kami coba aplikasikan ke  negara-negara lain,” pungkasnya (*)