RAJAWARTA : Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya tahun yang akan berlangsung tahun depan banyak menarik minat berbagai pihak untuk ikut menyumbangkan pendapatnya, figur seperti apa yang pas untuk memimpin Surabaya pasca ditinggal Tri Rismaharini or Risma.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Bahkan, organisasi tertua di Surabaya, Pusura juga ikut menyumbangkan pikirannya agar warga Surabaya tidak salah memilih Calon Walikota Surabaya periode 2020-2025.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Ketua Pusura Muslih Abdullah or Cak Dulla mengaku selama ini Pusura selalu netral di setiap Pilwali. Untuk Pilwali kali ini, tuturnya Pusura ingin menyumbangkan pikirannya kepada warga Surabaya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Menurut Cak Dulla untuk kriteria yang layak mempimpin Kota Surabaya tidak harus Arek Asli Suroboyo, tapi cukup yang mau peduli terhadap kehidupan warga kampung. “Dia adalah orang yang peduli terhadap kehidupan warga kampung,” cetus Cak Dulla (27/7/29019).

Yang dimaksud peduli terhadap kehidupan warga kampung jelasnya adalah figur calon walikota yang bisa membangkitkan ekonomi di perkampungan. “Seng isok Mbangkitno Ekonomi (yang bisa membangkitkan ekonomi) warga kampung,” cetusnya.  

Selain mampu membangkitkan ekonomi di perkampungan jelasnya, bacawali Kota Surabaya adalah figur yang menjaga kelestarian budaya warga Surabaya. “Dia (Bacawali) harus bisa meningkatkan budaya Arek Suroboyo,” pungkasnya. (de)