RAJAWARTA : Hari ini (28/4/2020) Kota Surabaya resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSB2). Jumlah kendaraan yang masuk ke Kota yang dipimpin Walikota Tri Rismaharini or Risma ternyata masih terlihat cukup banyak. Bahkan di pagi hari jumlah kendaraan di Bundaraan Waru menjadi penyebab kemacetan yang cukup panjang.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Di sela kesibukannya rajawarta meminta keterangan Irvan Wahyudrajad, Kadishub Kota Surabaya terkait banyaknya jumlah kendaraan yang masuk via Bundaran Waru (depan Cito Mall). Irvan pun mengaku, bahwa jumlah kendaraan yang masuk ke Surabaya via Bundaraan Waru Cukup banyak, terutama di pagi hari.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Bagaimana teknis pelaksanaan PSB2 di Bundaran Waru? Menurutnya, pelaksanaan PSB2 di Bundaran Waru dilaksanakan petugas gabungan TNI-Polri, Dishub, Kecamatan dan Kelurahaan. “Jumlah kami (dari Dishub) yang diterjunkan di depan Bundaran Waru sebanyak 70 personil,” jelasnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Tugas mereka lanjut Irvan, adalah memeriksa semua kendaraan yang mau masuk ke Kota Pahlawan. Bagi yang tidak mematuhi aturan PSB2, misalnya tidak menggunakan masker, berboncengan dan mobil melebihi kuota, maka pihaknya meminta pengendara balik kanan.

Bahkan, tambah Irvan, di tengah pelaksanaan PSB2, pihaknya menemukan satu orang yang diduga terkontaminasi covid-19. “Jadi memang ada satu yang ditengarahi, tapi sudah melewati 14 hari masa karantina. Dan, itu sudah ditangani,” cetus Irvan.

Lalu bagaimana dengan jumlah kendaraan yang masuk ke Surabaya via Bundaraan Waru? Menurutnya, jika dibanding dengan jumlah kendaraan sebelum menerapkan PSB2, jumlah kendaraan yang masuk via Bundaraan Waru hanya turun 8 persen.

Irvan menyematkan asa, agar di hari kedua dan seterusnya jumlah kendaraan yang masuk tidak sepadat hari ini. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat mamatuhi anjuran pemerintah selama penerapan PSB2.