RAJAWARTA : Harga Cabe Rawit di Jawa Timur belakangan terpantau terus menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbako) Jatim harga cabe rawit terpantau Rp 75 ribu bahkan ada daerah harga cabe rawit tembus ke harga Rp 80 ribu lebih.

Untuk mengantisipasi naiknya harga Cabe tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya yakni dengan cara menggelar Operasi Pasar (OP).

Kadisperindag Pemprov Jatim Drajat Irawan mengatakan, untuk operasi pasar ini, pihaknya bekerjasama dengan Bulog Divre Jatim. Drajat berharap dengan digelarnya OP ini bisa menekan harga cabe yang tembus ke harga Rp 80 ribu lebih.

Menurutnya, OP hari ini digelar di Pasar Wonokromo dan dan Pasar Tambakrejo. “Kami berharap dengan OP ini harga cabe berangsur turun,” harapnya.

Menurut catatannya, di Jawa Timur harga Cabe yang mulai turun di Kabupaten Lumajang dari harga sebelumnya Rp 85 ribu turun ke harga Rp 80 ribu.

Diq menambahkan, OP ini digelar atas perintah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. “Surat Himbauan Ibu Gubernur sudah turun. Bupati dan walikota supaya menggelar Operasi Pasar cabe. Pemkot Surabaya hari ini operasi di Pasar Genteng dan Pasar Benowo. Beberapa daerah lain ada memulai dari 16 Juli,” pungkasnya. (ss/sby)

Print Friendly, PDF & Email