RAJAWARTA : Ratusan siswa SD dan SMP, bersama sejumlah keluarga mengikuti Acara Awarding Surabaya Eco School di Gedung Graha Sawunggaling Lantai 6 Surabaya. Para siswa yang mengikuti kegiatan berpakaian unik dari hasil daur ulang sampah. Awarding Eco School merupakan kegiatan penyerahan penghargaan kepada siswa, sekolah dan keluarga yang peduli lingkungan. Gerakan lingkungan yang diawali dari sekolah ini digelar ke sembilan kalinya di Surabaya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Presiden Tunas Hijau, Mochammad Zamroni mengatakan, bahwa  Surabaya Eco School merupakan kegiatan pengelolan lingkungan dengan mengajak masyarakat melalui sekolah-sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan, pengelolaan lingkungan yang dilakukan di sekolah merembet ke masyarakat.  “Ada sepuluh poin kegiatan, diantaranya memilah sampah, mengumpulkan jelantah di rumah,” paparnya.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Jangan Ngaku Paham, Sebelum Baca Berita di Bawah ini ; Wow…Surabaya Makin Gaul, Pelajar Peduli Lingkungan Raih Awarding Eco School

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Ia menjelaskan, selain sekolah, Surabaya Eco Shool juga diikuti 1.207 keluarga. Para peserta tersebut menampilkan program kepedulian lingkungan yang dilakukan di dalam lingkungan keluarga melalui media sosial berupa instagram.

“Tahun ini sudah ada 84 sekolah SD dan SMP yang zero waste. Ini artinya, di sekolah tersebut tidak ada sampah non organik kemasan makanan minuman sekali pakai di lingkungannya,” katanya.

Sebagai diketahui, Surabaya Eco Shool 2019 merupakan program kegiatan peduli lingkungan, hasil kerjasama antara Tunas Hijau dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Di tahun 2019, kegiatan ini diselenggarakan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember. Capaian program ini, sebanyak 1.115 lubang biopori yang telah dibuat di sejumlah sekolah, untuk mengantisipasi genangan, 15.220 kilogram sampah organisk yang berhasil diolah, 7.200 kilogram sampah kertas yang telah diolah menjadi barang yang bermanfaat, kemudian 12 ribu kilogramm jelantah yang telah diubah menjadi biodiesel. Selain itu, sedikitnya 9.306 tanaman hias dan 1.509 pohon yang ditanam di sekolah. (*)