RAJAWARTA : Rencana Pemerintah Kota Surabaya (Pemkos) yang akan menerapkan karantina wilayah terus mendapat dukungan dari wakil rakyat Yos Sudarso, Kota Surabaya. Jika sebelumnya wakil ketua DPRD Yos Sudarso, AH Thoni sangat setuju jika Pemkos menerapkan karantina wilayah.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kini giliran politisi PKS dan PSI, masing-masing Ahmad Suyanto dan Josiah Michael menyatakan dukungannya terhadap rencana karantina wilayah.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Kepada rajawarta, Ahmad Suyanto menegaskan, dirinya sangat setuju jika Pemkos menerapkan karantina wilayah. Karena dengan menerapkan karantina wilayah maka, ruang gerak virus mematikan itu (korona) akan lebih terbatas.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Hal tersebut tuturnya, semata untuk menyelamatkan penduduk Kota Buaya ini serangan virus korona. “Saya mendukung dalam rangka pengamanan dan keselamatan jiwa dari warga surabaya,” ujarnya. (31/3/20).

Begitu juga dengan Josiah Michael menyampaikan hal yang sama dengan Ahmad Suyanto. Menurut Michael, sebagai wakil rakyat akan mendukung apapun yang dilakukan Pemkos dengan catatan untuk kepentingan warga Surabaya. “Saya sangat mendukung,” cetusnya.

Dukungan Michael ini mengacu pada trend baik yang OPD dan PDP di Surabaya ada kecenderungan terus ada peningkatan. “Mengingat kondisi saat ini, lebih baik membatasi mobilitas warga,” tukasnya.

Namun, anggota Komisi A DPRD Yos Sudarso ini berharap, sebelum menetapkan karantina wilayah, Pemkos harus memikirkan para pekerja yang berasal dari ular daerah.

“Cuman yang perlu dipikirkan pekerja yang dari Sidoarjo kan banyak. Bagaimana solusi supaya mereka tidak dipecat dari perusahaan,” ujarnya.

Berbeda dengan Gerindra, PKS, dan PSI. John Thamrun, politisi PDI Perjuangan kurang sependpat dengan rencana Pemkos yang akan menerapkan karantina wilayah. Sebab, jika yang tersebut dilakukan akan berdampak pada perekonomian warga Surabaya, utamanya para pelaku UMKM.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan, bahwa kebijakan ini diambil bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya. Screening akan dilakukan baik kepada kendaraan maupun masyarakat di 19 akses pintu masuk ke Kota Surabaya.

“Jadi intinya adalah kita sudah bersiap untuk melakukan karantina wilayah di Surabaya, karena meningkatnya penderita positif Covid-19 ini yang cukup memprihatinkan,” kata Irvan di Balai Kota Surabaya, Senin (30/03/2020).