RAJAWARTA ; Walikota Surabaya, Eri Cahyadi terus melakukan pengetatan terhadap warga (Madura) yang mau masuk ke Surabaya. Hal itu dilakukan untik mencegah penyebaran covid-19 dari Madura ke Surabaya.

Seperti yang terlihat semalam di kawasan Jembatan Suramadu. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Er ini mengaku hingga larut malam berada di kawasan Jembatan Suramadu.

“Semalam, sampai dinihari, menemani teman-teman tenaga kesehatan yang bertugas di sekitar Suramadu,” ujarnya.

Cak Er menyadari, aksi yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya (Pemkos) membuat aktifitas warga di sekitar Jembatan Suramadu terganggu. Oleh karena itu, dia meminta maaf kepada semua warga.

“Nyo’on sapora semuanya, nyuwun ngapunten ingkang kathah, sepurone Rek, mohon maaf, mungkin membuat tidak nyaman, tapi langkah pengetesan deteksi Covid-19 on the spot ini demi keselamatan dan kesehatan bersama,” tuturnya.

Dia pun menjelaskan, bahwa sebenarnya apa yang dilakukan di area Jembatan Suramadu merupakan keinginan semua pihak. Termasuk Warga Surabaya dan Madura.

“Kita sama-sama tidak ingin ada lonjakan kasus. Antisipasi dan waspada. Keselamatan warga adalah yang utama,” ujarnya.

Diakhir keterangannya, Walikota yang diusung PDI Perjuangan itu mendoakan semua warga, baik warga Surabaya maupun warga Bangkalan. Dan, tidak lupa Cak Er, mengucapkan terimakasih kepada tenaga kesehatan (Nakes) atas kerja kerasnya dalam memerangi penyebaran covid-19.

“Semua warga Surabaya sehat, semua warga Bangkalan sehat. Aamiin. Terima kasih teman-teman tenaga kesehatan. Semangat dan jaga kesehatan semuanya,” pungkaanya. (sbr)

Print Friendly, PDF & Email