Evaluasi BUMD Surabaya : PD Pasar dan KBS Jadi Sorotan, PDAM Cetak Dividen Tertinggi

SURABAYA : Hasil evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tahun 2025 menunjukkan performa yang beragam. Sejumlah BUMD dinilai masih berat dalam memenuhi target setoran dividen yang telah ditetapkan oleh Walikota, sementara beberapa lainnya justru mencatatkan tren positif.

Informasi tersebut Berdasarkan evaluasi M Machmud Waka Komisi B DPRD Yos Sudarso saat ditemui media ini di ruang rapat Komisi. Ia mengatakan BUMD seperti PD Pasar Surya, Rumah Potong Hewan (RPH), dan Kebun Binatang Surabaya (KBS) terungkap masih kesulitan mencapai target dividen.

Di sisi lain tuturnya, PDAM menjadi BUMD dengan raihan terbaik setelah berhasil mengantongi dividen lebih dari Rp145 miliar. Capaian positif juga ditunjukkan oleh PT YKP yang berhasil keluar dari tren minus hingga mencatatkan kenaikan pertumbuhan serta keuntungan yang lumayan besar.

Kesulitan untuk memenuhi target dividen ini ungkapnya, terdapat sejumlah kendala utama yang menyebabkan beberapa BUMD belum mampu tampil maksimal. Salah satunya adalah kekosongan kepemimpinan, seperti yang dialami KBS karena tidak memiliki direktur selama beberapa tahun.

“Sementara itu, untuk PD Pasar Surya, belum ada langkah konkret atau gebrakan berarti untuk memajukan perusahaan,” ulasnya.

Politisi Demokrat ini mengatakan, Evaluasi keberhasilan PD Pasar dinilai sangat sederhana, yakni mencakup tiga indikator utama:

  1. Perubahan fisik pasar
  2. Perubahan pengalaman/kenyamanan pengunjung saat berbelanja
  3. Peningkatan kesejahteraan dan nasib para pedagang

“Sejauh ini, kondisi pasar tradisional dianggap belum mengalami perbaikan signifikan dan cenderung stagnan,” jelasnya bernada yakin.

Machmud mengaku, untuk Kinerja PD Pasar Surya yang stagnan juga berdampak pada minimnya kontribusi dividen yang disetorkan, yakni hanya sebesar Rp1 miliar. Nilai tersebut pada akhirnya dikembalikan lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) kepada PD Pasar dalam bentuk penyertaan modal untuk mendukung operasional perusahaan.

Diharapkan ke depannya ada langkah tegas dan gebrakan baru dari pihak manajemen agar BUMD yang masih tertekan dapat segera membenahi kinerja operasional maupun finansialnya.