tribratanews

RADJAWARTA : Untuk meningkatkan layanan masyarakat, Polrestabes Surabaya membangun sejumlah Gedung Baru. Gedung-gedung tersebut diresmikan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.  

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan Prasasti Peresmian Gedung oleh Kapolda Jawa Timur, dalam acara tersebut Kapolda Jatim didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan (1/5/2019).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Hadir dalam peresmian Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto dan pejabat utama Polretabes Surabaya. Adapun 4 Gedung yang diresmikan antara lain Gedung Pesat Gatra (Bagian Opersional), Gedung Barak Adem II Dalmas, Gedung X-Ray (Penjagaan) dan Gedung Penyimpanan Barang Bukti.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Jadi kita tahu bahwa mobilitas Polrestabes surabaya cukup tinggi disesuaikan dengan dinamika masyarakat, dan dibutuhkan kesiapsiagaan personil sewaktu-waktu jika diperlukan,” ucap Kapolrestabes Surabaya usai acara peresmian.

“Maka dari itu, kami menyiapkan bangunan yang dapat dihuni oleh para personil sabhara tersebut. Mereka tinggal disini bermalam disini dan siap digerakkan sewaktu-waktu, itu tujuan dibangunnya Barak Adem Sabhara II Ini,” ujar Kombes Pol Rudi Setiawan kepada awakmedia.

Lantai bawah gedung Barak Adem II Sabhara digunakan untuk kegiatan administrasi dan diatasnya digunakan untuk tempat istirahat dengan dilengkapi lemari dan tempat tidur bertingkat serta MCK yang memadai. 

“Selain Barak Adem II, yang baru lagi dari Polrestabes Surabaya adalah X-Ray / Checkpoint yang berada di depan Mapolrestabes Surabaya,” jelasnya. 

Latar belakang pembangunannya, didasari pasca kejadian Bom Bunuh Diri yang pernah terjadi di Depan Gerbang Polrestabes Surabaya pada bulan 14 Mei 2018 silam. 

“Polrestabes Surabaya berupaya untuk mengamankan mako dari ancaman tersebut, jadi semua tamu yang masuk ke dalam wilayah mako harus melalui X-Ray layaknya di Bandara,” lanjut Kombes Pol Rudi. 

Dengan begitu lanjutnya, seluruh barang yang masuk dapat dipantau, serta kendaraan tamu dan anggota Polrestabes Surabaya dibedakan. Sehingga tidak semua kendaraan bisa masuk ke Polrestabes Surabaya begitu saja.

“Pembangunan gedung X-Ray ini juga dibuat lebih kuat untuk mengantisipasi adanya Benda-benda berbahaya sepeti Bom misalnya. Berkaca dari kejadian sebelumnya, gedung X-Ray ini tidak terdapat personil satupun untuk menghindari adanya korban dari anggota,” pungkasnya (sbr/pol/bes)