RAJAWARTA : Warga Surat ijo Surabaya terus berjuang untuk membebaskan lahan surat ijo menjadi Sertifikat tanpa syarat. Di Minggu ke tujuh (16/3/20), warga Surat ijo kembali berunjukrasa di depan Balaikota Pemkot Surabaya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Seakan tidak mau kalah dengan kaum Adam, Emak-Emak pemegang surat ijo juga ikut menyampaikan aspirasi. Suaranya lantang seakan-akan ingin menyampaikan pesan bahwa perjuangannya akan terus berlanjut hingga Walikota mengabulkan tuntutan mereka.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Wiwiek Warga Pucang Adi kepada rajawarta mengatakan, hingga minggu ke tujuh dirinya dan warga lain pemegang surat ijo meminta Walikota Surabaya, Tri Rismaharini or Risma mengabulkan tuntutannya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Wiwiek juga mengungkapkan, terpilihnya Risma menjadi Walikota Surabaya awalnya menjadi harapan baru. Namun sayang, hingga dua periode Risma tidak pernah mengabulkan janji-janji kampanyenya.

Akibatnya, Wiwiek mengaku menyesal di Pilwali yang lalu memilih Risma. “Saya menyesal memilih Risma,” cetusnya (16/3/20).

Begitu juga dengan Yayuk warga Kertajaya dan Jeni Supit warga Barata Jaya juga menyampaikan hal yang sama. Mereka berdua meminta Walikota Surabaya segera membebaskan surat ijo dan menyerahkan ke warga tanpa syarat.

Di bagian lain, Jurreta Warga Ngagel Waseso mengatakan, Pemkot Surabaya telah banyak melakukan penggusuran terhadap warga pemegang surat ijo. Tidak hanya rumah warga, sekolah, rumah sakit juga terkena dampak kebijakan Pemkot Surabaya.

Lalu bagaimana pernyataan lengkap Wiwiek, Yayuk, Jeni Supit dan Jurreta. Silahkan simak pernyataan mereka yang tervisual dalam video di bawah ini ;