RAJAWARTA : Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Surabaya sudah di depan mata, nama-nama calon walikota mulai bermunculan mulai dari politisi hingga tokoh masyarakat. Dari sekian nama yang masuk bursa Pilwali, ada nama satu tokoh yang memiliki potensi untuk memimpin Surabaya.

Tokoh yang sekaligus sebagai politisi itu adalah Warsito. Pria yang akrab disapa Cak War ini sering disebut politisi ‘gila’ karena pria berusia 50 tahun ini sering melakukan hal gila dalam menata hidupnya. Misalnya, ketika dirinya mencalonkan diri sebagai walikota Mojokerto.

Kala itu Cak War politisi Partai Hanura dan di Mojokerto partainya tidak memiliki kursi di DPRD Mojokerto. Tapi beberapa pimpinan partai justru meminangnya untuk menjadi calon Walikota. “Ini kan giila, tidak punya kursi di dewan tapi dipinang partai,” ucapnya.

Melihat langkah Cak War yang sering mengambil langkah gila Walikota Surabaya Soenarto Soemoprawiro. Keduanya sama-sama gemar melakukan hal yang kontroversi.

Kesamaan beberapa sikap dengan Cak Narto itu dibenarkan oleh pria tiga putera itu. “Bagi saya beliau salah satu tokoh inspiratif. Dan, kebetulan ada beberapa sikap dan tindakan saya sama dengan beliau,” ucapnya sebuah hotel di kawasan Tol Song Surabaya (14/7/2019).

Pengakuan Cak War tersebut diamini sahabat karibnya, Eko Puguh. Pengusaha sukses asal Tulungagung ini mengaku respek dengan segala sepak terjangnya. “Saya kenal Cak War sudah lama, hingga saat ini persahabatan itu, terjaga,” ujarnya.

Menariknya, Puguh yang mengaku tidak suka politik ini akan membantu Cak War jika jadi maju sebagai calon Walikota Surabaya di tahun 2020. “Saya tidak suka politik, tapi jika Cak War maju saya akan membantunya dengan cara saya sendiri. “Dia itu, ‘Renkarnasi’ Cak Narto. Tepatnya, Cak Narto Jaman now,” tukasnya.