DPD PDIP Jatim Dorong Soliditas PAC Hadapi Musancab Surabaya

Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar rapat konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Ranting Daerah Pemilihan (Dapil) 3 sebagai langkah pematangan menjelang Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026), dan dibagi ke dalam dua sesi.

Konsolidasi ini diikuti PAC Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, Rungkut, Gunung Anyar, Bulak, dan Mulyorejo. Sesi pertama berlangsung pukul 15.30–17.00 WIB dengan peserta PAC Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, Rungkut, dan Gunung Anyar. Sejumlah pengurus DPC turut mendampingi, di antaranya Eri Irawan, Anas Karno, Eko Wahyono, Agatha Retnosari, dan Mohamad Fauzan.

Sementara itu, sesi kedua digelar pada pukul 19.00–20.30 WIB dengan peserta PAC Bulak dan PAC Mulyorejo, didampingi pengurus DPC Anas Karno, Mega Putri, Mahekswari Laskmi, serta Aliyuddin.

Dalam arahannya, Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M. Batara-goa, menekankan pentingnya konsolidasi struktural yang dibarengi dengan penguatan regenerasi kader, khususnya dari kalangan generasi muda. Ia menilai Pemilu 2029 akan sangat ditentukan oleh pemilih Gen Z dan Gen Alpha.

“Partai harus hadir dan relevan bagi anak muda. Kalau tidak dibuka dari sekarang, kita akan tertinggal. Pemilih terbesar ke depan berasal dari generasi muda,” ujar Yordan.

Ia mendorong setiap PAC untuk aktif merekrut kader muda potensial dengan target minimal lima orang di tiap wilayah. Menurutnya, keterbukaan partai harus dibuktikan melalui keberanian memberi ruang bagi kader baru yang memiliki komitmen dan semangat ideologis.

“Bukan sekadar banyak, tapi juga berkualitas. Ideologinya harus sejalan dengan PDI Perjuangan dan siap dibina dalam kerja-kerja partai,” tegasnya.

Yordan juga mengingatkan bahwa persaingan politik ke depan akan semakin ketat. Oleh karena itu, seluruh struktur diminta mulai menyiapkan kader terbaik sejak dini guna menghadapi Pemilu 2029.

“Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, risikonya bukan hanya kehilangan kursi, tapi juga melemahnya kekuatan partai. 2029 adalah pertarungan yang sangat menentukan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi kunci untuk memperkuat kembali kepercayaan rakyat. Ia mendorong jajaran partai di semua tingkatan agar lebih terbuka dan proaktif menjaring tokoh-tokoh potensial di wilayah masing-masing.

“Kita harus merebut kembali kursi yang sempat hilang. Partai tidak boleh eksklusif. Rangkul anak muda, tokoh masyarakat, dan siapa pun yang punya komitmen membangun Surabaya. Regenerasi harus berjalan, kolaborasi antara senior dan generasi muda mutlak diperlukan,” kata Armuji.

Melalui rapat konsolidasi ini, DPC PDI Perjuangan Surabaya menegaskan komitmennya memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat paling bawah, sekaligus mematangkan strategi menghadapi Musancab dan agenda politik ke depan dengan mengedepankan keterbukaan, regenerasi, dan modernisasi partai.