SURABAYA – Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2025–2030 menggelar konsolidasi sekaligus tasyakuran, Sabtu (3/1/2026) siang. Kegiatan ini menjadi momentum bagi pengurus untuk memperkuat soliditas dan menyusun langkah kerja ke depan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, mengatakan amanah kepemimpinan periode baru harus disyukuri sekaligus dijadikan kesempatan membuka lembaran baru. Ia mengajak seluruh jajaran untuk melakukan introspeksi atas dinamika yang terjadi pada tahun sebelumnya.
“Apa pun masalah-masalah dulu, kita pendem jero. Tidak perlu ada hal negatif. Semua itu jadi pembelajaran menuju kebaikan,” ujarnya di hadapan KSB PAC dan sayap partai.
Armuji menekankan agar struktur partai terus hadir di tengah masyarakat: menyapa warga, mendengar keluhan, serta memberikan solusi nyata. Menurutnya, PDIP adalah partai kerakyatan yang tidak banyak berandai-andai, tetapi menunjukkan kerja konkret.
Ia juga menyebut komposisi pengurus kini banyak diisi generasi muda yang memahami kondisi wilayah masing-masing. Program partai, termasuk instruksi DPP seperti penyelenggaraan dapur umum setiap tanggal 10 untuk fakir miskin, akan terus dijalankan secara rutin.
Menjelang HUT PDI Perjuangan, DPC juga menyiapkan agenda tasyakuran dengan melibatkan seluruh PAC di Kota Surabaya.
Menyoal turunnya perolehan suara dan hilangnya empat kursi PDIP di Surabaya pada pemilu terakhir, Armuji menegaskan fokus utama adalah mengembalikan kepercayaan publik. “Itu tanggung jawab seluruh jajaran, dari DPC sampai anak ranting. Jika ada warga menyampaikan keluhan, segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan ke tingkat di atasnya,” tegasnya.
Ia berharap, melalui konsolidasi organisasi dan kedekatan dengan masyarakat, kepercayaan terhadap PDIP di Surabaya dapat pulih dan kembali menguat.













