DPC PDI Perjuangan Surabaya Tancap Gas Tuntaskan Konsolidasi

SURABAYA : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya terus mematangkan langkah konsolidasi dan restrukturisasi organisasi hingga ke tingkat basis terdepan. Saat ini, pembentukan pengurus tingkat kelurahan (ranting) dan RT/RW (anak ranting) tengah dipacu dan ditargetkan rampung sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Sukadar alias Cak Kadar Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, menyampaikan bahwa proses konsolidasi di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) atau tingkat kecamatan di seluruh Kota Surabaya telah selesai dilaksanakan. Fokus partai kini beralih pada perampungan struktur di level bawahnya.

“Sesuai timeline yang telah kita susun, konsolidasi di tingkat PAC se-Kota Surabaya sudah tuntas. Saat ini kami fokus membentuk struktur ranting di 154 kelurahan,” ujar Sukadar saat diwawancarai di Surabaya.

Sukadar menjelaskan, dari total 31 kecamatan di Surabaya, penjaringan calon ketua ranting telah mencakup 150 kelurahan. Sisanya, sebanyak empat kelurahan di wilayah Kupang Krajan dan sekitarnya, kini tinggal menyelesaikan tahapan akhir penjaringan dan administrasi.

“Proses rekapitulasi berkas administrasi para calon ketua sedang digarap oleh teman-teman sekretariat. Harapan kami, minggu depan sudah bisa dilakukan pleno,” lanjutnya.

Pascapembentukan pengurus ranting tuturnya, DPC PDI Perjuangan Surabaya akan langsung bergerak membentuk embrio pengurus anak ranting di tingkat RW. Sukadar menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan struktur partai benar-benar solid dan hadir di tengah masyarakat.

Menariknya, pada kepengurusan periode baru ini, PDI Perjuangan Kota Surabaya melakukan penyegaran dengan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda (Gen Z) dan kaum perempuan.

“Dalam satu kepengurusan anak ranting yang berisi sembilan orang, kami mewajibkan minimal ada empat orang dari unsur Gen Z dan tiga orang perempuan. Jika unsur Gen Z itu sudah mencakup perempuan, maka keterwakilan gender dan anak muda sudah terpenuhi, sisanya bisa diisi oleh kader-kader senior,” jelas Sukadar.

Ia menambahkan, pembentukan pengurus bukan sekadar formalitas untuk menggugurkan kewajiban organisasi, melainkan untuk melahirkan kader-kader yang siap mencurahkan waktu dan energinya bagi kepentingan masyarakat serta partai.

“Kami ingin kader yang siap menjadi pemersatu. Restrukturisasi ini targetnya tuntas total sebelum 17 Agustus,” pungkasnya.