solotrust

RADJAWARTA : Datangnya Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari, untuk memastikan kesiapan Moda Kereta Api Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan inspeksi ke berbagai wilayah di Pulau Jawa. Inspeksi ini dilakukan dengan menggunakan kereta khusus, KA Inspeksi, sejak 23 hingga 25 April 2019.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, mengatakan, inspeksi ini untuk melihat sejauh mana kesiapan moda kereta api dalam menghadapi angkutan lebaran.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Menurutnya, mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga sumber daya manusia (SDM) KAI harus dipastikan siap dalam melayani penumpang pada masa angkutan lebaran 2019 nanti.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

“Saya meminta kepada seluruh pegawai KAI memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen lebaran 2019,” ujar Edi, Kamis (25/4/2019).

EVP Daop 8 Surabaya, Suryawan Putra Hia, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi management resiko yang diberi nama Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di daerah-daerah yang rawan, dimana di wilayah kerjanya ada 17 titik daerah yang berpotensi rawan banjir/longsor.

Selain itu, dalam hal Untuk Siaga, pihaknya juga telah menyiapkan petugas ekstra 175 orang, termasuk petugas yang disiagakan di sepanjang lintas KA untuk mencegah terjadinya gangguan.

“Dalam rangka Angkutan Lebaran 2019 kami akan menambah 100 personil keamanan asal dari TNI, Polri, dan unit K9 (anjing pelacak), yang ditempatkan di stasiun dan jalur KA wilayah Daop 8 Surabaya,” jelasnya.

Tahun ini KAI menetapkan masa angkutan lebaran selama 22 hari, mulai 26 Mei hingga 16 Juni 2019.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto, mengatakan, PT KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan 91 perjalanan KA, dengan rincian 83 KA regular dan 8 KA, dengan perkiraan okupansi penumpang kereta api keberangkatan Daop 8 sebanyak 793.500 penumpang.

Angka itu mengalami peningkatan sebanyak 4% dari tahun lalu dengan volume sebanyak 762.085 penumpang. Sedangkan masa puncak angkutan lebaran diprediksi terjadi pada Sabtu, 01 Juni 2019 atau H-4 lebaran dan pada tanggal 9 Juni 2019 atau H+3 lebaran.

“Melalui persiapan yang matang, kita harapkan moda transportasi KA selama masa angkutan lebaran 2019 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” kata Suprapto. (Gan/efo/b5)