RAJAWARTA : Meski Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya masih tahun depan, namun beberapa nama baik dari kalangan potisi, birokrasi, dan pengusaha mulai bertebaran mengisi ruang publik Surabaya. Seiring dengan munculnya beberapa nama tersebut muncul pula penilaian dari masyarakat.

Ahmad Sulton salah satu dari warga Surabaya tidak tertarik untuk mengamati nama-nama yang muncul dari politisi dan birokrasi. Namun Direktur Eksekutif Bambu Runcing Institute (BRI) itu memilih itu tertarik menjelentrehkan dari kalangan pengusaha, yakni Warsito.

Dalam penjelasan singkatnya, Sulton mengatakan Warsito or Cak War namanya cukup dikenal di kalangan politisi. Sosok seorang Warsito atau yang lebih dikenal dengan Cak War namanya sudah tidak asing lagi di kalangan politisi Surabaya.  “Pengusaha yang satu ini memang dikenal dekat dengan politisi,” ujarnya (7//8/2019).

Terkait dengan Pilwali Surabaya tuturnya, maka dalam kacamatanya Kota Surabaya membutuhkan Pemimpin yang peduli terhadap Charakter Building SDM terutama Akhlaq di tengah kemajuan teknologi informasi yang tidak berbendung. “Dan, hal tersebut melekat pada diri Cak War,” cetusnya.

Sulton merinci, sosok Cak War adalah sosok pengusaha yang sekaligus pengusaha dimana orangnya ramah, santun serta senang bercanda, dan pernah menjadi pentinggi di salah satu partai di Jawa Timur. “Meski beliau dilahirkan dari keluarga yang terdiri dari ningrat, ada yang di militer, serta pengusaha tidak merubah kesederhanaannya,” tukasnya.

Satu lagi, tambahnya, di tengah kesibukannya,  Cak War tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu. “Satu yang tidak pernah telat.. Sholat 5 waktu menjadi kewajiban beliau. Tegas, Berani, Santun dan komitmen yang harus ditepati itulah sosok Cak War,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email